LENSAINDONESIA.COM: Lambannya evakuasi bangkai kapal MV Mentari Crystal di Pelabuhan Teluk Lamong yang terlalu lama akan berefek kerugian dari pihak pengelola pelabuhan khususnya Pelindo III.

Bahkan, bangkai kapal tersebut sudah hampir 8 bulan bertengger di salah satu titik sandar di pelabuhan Teluk Lamong, Surabaya. Penundaan berbulan-bulan di salah satu tambatan di pelabuhan milik Pelindo III itu tak dapat difungsikan.

Direktur National Maritime (Namarin) Institute Siswanto Rusdi menyampaikan, adanya bangkai kapal tenggelam di Teluk Lamong itu merugikan pihak Pelindo III. Dan jelas Pelindo III kehilangan potensi pendapatan akibat dermaga yang tak bisa digunakan. Untuk itu, Pelindo III harus menuntut ganti rugi kepada pemilik kapal MV Mentari Crystal.

“Tidak hanya meminta. Pelindo III justru bisa menuntut pemilik kapal yang bersangkutan. Sebab biasanya perusahaan berskema yang menanggulangi kondisi seperti itu,” tandas Siswanto, Rabu (23/06/2021) malam.

Ia menjelaskan, setiap kapal harusnya dibackup asuransi agar saat terjadi kecelakaan, pemilik kapal bisa mengklaim kepada asuransi tersebut sebagai solusi dampak yang timbul dari kecelakaan tersebut.

Berikut saat kapal tenggelam, pihak asuransi seharusnya membereskan bangkai kapal dari lokasi kecelakaan. Sebab menurutnya, kasus pada kapal MV Mentari Crystal merupakan preseden buruk bagi industri pelayaran nasional. Pembiaran yang dilakukan pemilik kapal terhadap bangkai kapalnya di Teluk Lamong menunjukkan sikap sewenang-wenang terhadap aturan.

“Pertanyaannya, kenapa sampai 8 bulan kapal tenggelam tidak diangkat, Pelindo III diam saja. Hal seperti ini tidak bisa didiamkan, karena merugikan Pelindo III sama halnya dengan merugikan negara,” kata Siswanto.

Sebagai informasi, Kepala Humas PT Pelindo III, R Suryo Khasabu telah menyampaikan sebelumnya, salahsatu tambatan di Terminal Teluk Lamong belum bisa digunakan karena terhalang bangkai kapal. Menurutnya, Pelindo III selaku pengelola Pelabuhan Teluk Lamong akan terus mendorong pemilik MV Mentari guna melakukan evakuasi bangkai sesegera mungkin.

“Upaya evakuasi terus dilakukan. Setiap proses evakuasi selalu dilakukan evaluasi untuk membantu proses percepatan evakuasi,” tuturnya.

Suryo juga mengungkapkan, saat ini bagian kapal sudah bisa diapungkan dan tinggal dilakukan penarikan untuk menjauh dari kolam dermaga. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan kapan evakuasi bangkai kapal MV Mentari Crystal akan tuntas dilakukan.

“Kami tetap berusaha mempercepat evakuasi namun harus memperhatikan keselamatan juga. Jika tidak, kapal yang sudah terapung ini akan tenggelam lagi,” ujar Suryo.@bs,Eld-Licom