LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perdagangan melakukan pembersihan beberapa lapak di Pasar Mojorejo, atau yang lebih dikenal dengan nama Pasar Templek, Selasa (22/6/2021) pagi.

Pasar yang berada di Jalan Mastrip tersebut, sudah lama tidak beroperasi dengan maksimal. Banyaknya lapak yang dibiarkan kosong tidak terpakai dan kotor, membuat kawasan pasar ini terkesan kumuh dan suram.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kota Madiun Tugas Prasetyo menjelaskan bahwa pembersihan Pasar Mojorejo ini masih tahap persiapan saja.

Rencananya, proses revitalisasi Pasar Templek menjadi pasar barang antik tersebut, mungkin akan mulai dilaksanakan tahun depan.

“Ini masih persiapan, pengerjaannya mungkin masih tahun depan,” ujar Tugas Prasetyo.

Tugas Prasetyo mengungkapkan, revitalisasi ini merupakan upaya Pemkot Madiun untuk menyediakan wadah bagi Paguyuban Penjual Barang Antik yang selama ini berjualan sebatas via online.

“Berdasarkan audiensi Wali Kota Madiun dengan Paguyuban Penjual Barang Antik yang ada di Kota Madiun, mereka mengeluhkan kalau selama ini hanya berjualan melalui online, tidak mempunyai lapak,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Paguyuban Penjual Barang Antik Kota Madiun beranggotakan kurang lebih 30 pedagang barang antik, yang mana selanjutnya akan menempati lapak-lapak tersebut.

Tugas juga menyampaikan, bagi pedagang-pedagang yang sebelumnya sudah berjualan di Pasar Templek tidak perlu risau. Pasalnya, pemerintah tetap menyediakan lapak untuk tetap beroperasi, hanya saja, akan dilakukan penataan ulang.

“Untuk pedagang mamin (makanan dan minuman) masih tetap berjualan, hanya ditata ulang,” imbuhnya.

Bila dilihat dari lokasi yang strategis di tengah kota, serta tujuan guna menghidupkan kembali Pasar Templek yang telah lama tidak berfungsi optimal, pasar tersebut merupakan pilihan yang tepat untuk menjadi pusat barang antik di Kota Madiun. @Limad