LENSAINDONESIA.COM: Meningkatkannya kasus Covid-19 yang terjadi pasca libur panjang lebaran 2021 melewati kondisi pasca libur natal dan tahun baru di akhir tahun 2020.

Ini terjadi.selain dipengaruhi oleh varian baru Delta yang pertama kali muncul.di India, juga disebabkan melemahnya protokol kesehatan (prokes) 3 M di kalangan masyarakat.

“Sebenarnya meskipun ada varian baru Covid-19, apabila masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobiltas, dan menjaga kebersihan, kita bisa mengendalikan pandemi ini,” ujar Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, Sesditjen & Plt. Dirjen P2P Kemenkes RI pada Dialog Produktif KPCPEN yang ditayangkan di FMB9ID_IKP, dikutip Kamis (24/6/2021).

Dr. Maxi, mengingatkan kepada masyarakat bahwa kerugiannya sangat luar biasa apabila jatuh sakit karena Covid-19. Selain berakibat vatal, pelayanan kesehatan baik fasilitas maupun tenaga kesehatan ada batasnya.

Menurutnya, upaya pemerintah menerapkan PPKM Mikro merupakan cara terbaik saat ini untuk mengendalikan Covid-19 hingga ke level RT/RW. “Peran tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat penting dalam menimbulkan kembali kesadaran masyarakat agar lebih bersabar menjalankan prokes,” katanya.

Sementara, Walikota Medan Bobby Nasution, memaparkan di tingkat daerah, seperti di Kota Medan, Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan juga tengah berusaha menyadarkan masyarakat tentang pentingnya prokes demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Di lapangan, kita membatasi pergerakan masyarakat di kawasan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Tanah Karo (Mebidangro) di saat lebaran kemarin, khususnya melakukan penyekatan ke daerah wisata,” jelas Walikota Medan.

“Saya minta masyarakat dan pelaku usaha di Kota Medan sama-sama menerapkan protokol kesehatan. Jangan jenuh dengan kondisi Covid-19, memang cara yang paling utama agar kita bisa turunkan lajunya adalah dengan disiplin prokes. Ke depan, aktivitas akan membaik secara berkesinambungan apabila kebiasaan prokes ini kita terapkan sehari-hari,” pinta Walikota Medan Bobby Nasution.

Bobby mengungkapkan vaksinasi di Kota Medan juga terus digalakkan. “1,8 juta penduduk Medan termasuk kategori lansia dan pra lansia penerima vaksin Covid-19. 48% penduduk lansia dan pra lansia ini sudah kita vaksinasi,” ungkapnya.

Program vaksinasi massal seperti vaksinasi bersama BUMN yang diselenggarakan di lokasi bekas bandara Polonia, diakui Bobby, berkontribusi penting bagi percepatan vaksinasi di Medan.

Cakupan vaksinasi di Medan kini bisa mencapai seribu orang per hari. “Masyarakat dari sekitar kota Medan seperti Binjai, Deli Serdang, dan Tanah Karo juga boleh melakukan vaksinasi di pusat vaksinasi ini, karena kita rencanakan untuk memvaksinasi 5.000 penduduk per harinya,” pungkas Walikota Medan Bobby Nasution.@Rudi

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun