LENSAINDONESIA.COM: ­Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso angkat bicara mengenai pencemaran limbah PT Greenfields Indonesia Farm­ 2. Hal ini kerana lebih dari tiga tahun masyarakat di kawasan Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi terganggu dengan limbah kotoran sapi yang baunya sangat menyengat.

Rahmat Santoso menyesalkan, perusahaan peternakan itu tidak kunjung menyelesaikan persoalan limbahnya.

Ia menegaskan, perencanaan pengelolaan limbah harusnya sudah selesai sejak perencanaan awal sebelum PT Greenfields beroperasi.

“Pengolahan limbah harusnya juga disesuaikan dengan jumlah ternak yang akan dipelihara sehingga tidak menimbulkan berbagai masalah pencemaran lingkungan seperti saat ini.”

“Terkait izin LH (lingkungan Hidup) Propinsi sudah memberikan peringatan lebih dulu, kemudian pemerintah kabupaten Blitar juga sudah memberikan peringatan juga ya. Walaupun saya tidak selalu mengikuti namun kalau nggak salah ada pernyataan dari Greenfields untuk tidak lagi membuang kotorannya ke sungai, namun kenyataannya masih saja tetap dilakukan hingga kini. Pencemaran seperti itu membuat masyarakat tidak nyaman,” tegasnya, Rabu (23/06/2021).

Rahmat Santoso juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Blitar sangat serius menangani permasalahan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah Greenfield ini, karena masyarakat yang terdampak cukup luas.

Pemkab Blitar, lanjut Wabup, memang membutuhkan investasi, karena itu pihaknya membuka pintu bagi setiap perusahaan yang ingin masuk. Namun, Pemkab Blitar juga akan melihat manfaat apa yang bisa diterima masyarakat dan pemerintah daerah.

“Sebelum bikin pabrik semua orang harus memikirkan juga terkait izin mengenai lingkungan hidupnya dulu dan lain sebagainya. Kita sangat butuh investor, tapi kalau CSR untuk masyarakatnya nol, lalu investasi itu untuk apa? Kita juga harus lindungi investor sebagai anak asuh, sekali lagi namun kalau CSR buat masyarakat nol dan pemerintah tidak juga mendapatkan apapun, kalau saya diam nanti masyarakat kira saya yang punya sahamnya, repot kan,” tegas Rahmat.

Sebelumnya, Head of Farm Development & Sustainability PT Greenfields Indonesia Farm 2 Blitar, Heru Setyo Prabowo mengakui bila ada kendala dalam pengelolaan 1.380 meter kubik limbah cair per hari di perusahaanya.

“Tanggal 7 Juni 2021 kemarin Ibu Bupati memang memberikan surat teguran, yang intinya PT Greenfield agar segera melakukan penanganan pencemaran limbah, dan Greenfiel sudah membuat surat pernyataan untuk tidak dengan sengaja melakukan pencemaran lingkungan baik udara, sungai maupun yang lain. Kalau sampai diketahui oleh tim yang berwenang maka PT Greenfieel akan menerima konsekwensinya,” kata Heru.@sams