LENSAINDONESIA.COM: Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya kembali membuka seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni jalur reguler non pola pembibitan untuk memenuhi posisi di industri transportasi nasional maupun internasional.

Pendidikan vokasi dibawah pengawasan Kementerian Perhubungan ini mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang siap dikader menjadi tenaga profesional di bidang pelayaran. Tahapan yabg harus dilalui dengan menjalani 4 tahun menempa materi teori dan praktek lapangan.

Koordinator Humas Poltekpel Surabaya, Raditya Huda Pranowo menyampaikan, untuk jalur non pola Pembibitan, Poltekpel Surabaya ini pihaknya menyiapkan 168 formasi. Calon Taruna/Taruni hanya berhak memilih satu Program Studi yang ada tanpa batasan domisi asal.

” Untuk pendaftaran jalur reguler non pola pembibitan ini dibuka secara online mulai tanggal 10 Juni – 3 Juli 2021. Pendaftar dibatasi usia maksimal 23 tahun dan minimal 16 tahun pada 1 September 2021. Memiliki tinggi badan untuk Pria 160 cm dan Wanita 155 cm, sehat jasmani rohani tanpa tindik, tanpa tato serta bebas HIV/AIDS dan bebas narkotika,” tutur Raditya saat dikonfirmasi Lensaindonesia.com, Kamis (01/07/2021).

Kelompok praktek taruna Poltekpel Surabaya menerapkan teori di laboratorium simulasi Nautika. Don

Ia menambahkan, merek harus melalui tahapan seleksi ketat. Peserta seleksi jalur reguler non polbit akan melalui dua tahap, yakni meliputi seleksi administrasi dan tes potensi akademik, kesamaptaan, wawancara, psikotes serta kesehatan.

“Untuk tahapan seleksi awal memang secara online, namun untuk kesamaptaan, kesehatan dan sebagian lainnya harus offline namun sayarat prokes ketat pula,” tandas Raditya.

Ia menjelaskan, sesuai agenda, pendidikan tahun akademik 2021/2022 akan dimulai di awal September 2021. Bahkan, jumlah pendaftar di masa pamdemi ini terindikasi naik 15 persen dibanding 2020.

“Di masa pandemi ini jumlah pendaftar baik 15 persen dibanding tahun lalu. Sebelum menjalani tes, Poltekpel Surabaya juga menyediakan tes Covid-19 untuk memastikan para Taruna/Taruni, karyawan dan staf pengajar tidak terpapar Covid-19,” tegasnya.

Menurutnya, alumni Poltekpel Surabaya sebelumnya sudah terbukti berkualitas dan siap diterima oleh industri pelayaran baik nasional maupun internasional. Karena sudah diakui oleh International Maritime Organization (IMO).

“Memang lululsan Poltekpel Surabaya sudah banyak direkrut oleh perusahaan pelayaran nasional maupun internasional. Dan sudah memenuhi standard IMO, terutama bagi mereka yang cakap berbahasa Inggris biasanya banyak diterima di Kanada, Inggris dan negara lainnya,” ungkap Raditya.

Perlu diketahui, IMO merupakan lembaga khusus PBB yang bertanggungjawab dan memberikan standard untuk keselamatan dan keamanan aktivitas pelayaran dan pencegahan polusi di laut di kapal.@Eld-Licom