LENSAINDONESIA.COM: Sholahudin Al Faruqi, memberi kebanggaan tersendiri bagi Kota Madiun, dengan berhasil melaju ke Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke-16 tahun 2021 di Papua, yang sedianya akan digelar pada bulan Oktober mendatang. Faruq, panggilan akrab Sholahudin Al Faruqi, merupakan salah seorang atlet paralimpik dari cabang olahraga Boccia, asal Kota Pendekar.

Kepiawaian Faruq dalam Boccia, berawal dari menonton Youtube seputar paralimpik, terinspirasi dari para atlet paralimpik pada tayangan-tayang tersebut, membuatnya tumbuh keinginan untuk menjadi seorang atlet paralimpik.

Kemudian, Faruq pun berusaha mengemukakan keinginannya itu kepada sang bunda. Melihat semangat dan keteguhan hati putranya, ibunda Faruq, Mimin, mencari jalan agar keinginan anak sulungnya tersebut dapat tercapai.

Faruq mulai menekuni paralimpik pada tahun 2018 lalu. Melalui National Paralympic Committee (NPC), ia mendapatkan tempat untuk mengasah kemampuannya pada pertandingan Boccia, salah satu cabang yang dipertandingkan dalam paralimpik. Boccia sendiri adalah salah satu olahraga bola yang sangat identik dengan Bocce Boling lapangan.

Hasil pun tak mengkhianati usaha. Berkat kegigihan dan usaha keras Faruq, serta dukungan sang ibunda, membuatnya berhasil melaju ke Peparnas ke-16 mendatang.

Berkat prestasi Faruq di olahraga khusus penyandang disabilitas tersebut, membuat Pemerinta Provinsi Jawa Timur menaruh harapan kepada Faruq dan keluarganya, untuk dapat menginspirasi, serta membangkitkan semangat penyandang disabilitas di Kota Madiun.

“Ketika mendampingi anak-anak lomba, saya melihat selalu ada peluang untuk anak-anak (penyandang disabilitas) berprestasi. Jangan menyerah dengan keadaan yang ada,” ujar Mimin. “Dimana kita bisa masuk untuk membawa anak-anak untuk berprestasi, ayo kita masuk,” tambahnya.

Tak pelak, prestasi Faruq memperoleh perhatian khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun. Wakil Walikota Madiun Inda Raya pun menggelar audiensi dengan Faruq, sebagai wujud apresiasi atas pencapaiannya, di Taman Sumber Wangi, Kamis (1/7/2021) sore.

Terlebih lagi, Pemkot Madiun juga sudah siap untuk memfasilitasi para atlet paralimpik yang ada di Kota Madiun. Hal tersebut telah dikomunikasikan dengan dinas terkait, guna mendukung para penyandang disabilitas untuk semakin berprestasi.

“Pemerintah Kota Madiun akan membantu dana akomodasi dari Disbudparpora,” ujar Inda Raya. “Dan saya berencana, jika nanti Mas Faruq di sana (Pekan Paralympic Nasional 2021) berhasil mendapatkan medali, Insya Allah nanti bisa beli bola yang baru,” tambahnya.

Prestasi Faruq merupakan sebuah inspirasi bagi setiap orang, terlebih bagi penyandang disabilitas. Meski memiliki keterbatasan dalam mobilitas, namun semangat yang kuat terpancar dari wajah lugunya. Ia pun memiliki impian, dan berusaha keras meraihnya. Faruq tak mudah menyerah pada keadaan.

“Impian terbesar Faruq adalah bisa masuk di Asian Para Games,” pungkas Mimin.

Sebagai informasi, Paralimpik adalah sebuah pertandingan olahraga dengan berbagai nomor untuk atlet yang mengalami cacat fisik, mental dan sensoral seperti ketidakmampuan dalam mobilitas, cacat karena amputasi, gangguan penglihatan dan mereka yang menderita Cerebral Palsy (lumpuh otak). Pada Peparnas ke-16 tahun 2021 tersebut, dua orang atlet paralimpik asal Kota Madiun yang akan turun berlaga, yaitu Sholahudin Al Faruqi mewakili dalam pertandingan boccia, dan Waluyo dalam pertandingan catur. @Limad