LENSAINDONESIA.COM: Warga RW.XI, Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun melakukan pembuatan video, guna mewakili Kota Madiun untuk mengikuti lomba Program Kampung Iklim (Proklim) 2021, yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Untuk perlombaan yang sedianya akan mulai digelar pada minggu kedua bulan Juli 2021 mendatang tersebut, warga RW.XI membuat simulasi penanggulangan bencana darurat kebakaran. Diangkatnya penanggulangan kebakaran dalam video simulasi itu untuk mengedukasi masyarakat, dengan harapan agar masyarakat dapat mengaplikasikannya, apabila terjadi keadaan-keadaan darurat semacam itu.

Dalam kegiatan ini, Kelurahan Taman bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Madiun.

“Bahwa kita di lapangan melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, yang terintegrasi dengan item-item yang ada dilingkungan,” ujar Lurah Taman Danang Novianto, Minggu (4/7/2021) pagi. “Sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pengendalian perubahan iklim secara global,” tambahnya.

Danang juga menjelaskan, tujuan Proklim, khususnya di RW.XI, Kelurahan Taman ini, adalah untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat sekitar dalam penguatan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim. Dengan mengurangi atau menurunkan emisi, serta adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang disesuaikan, akan membantu tercapainya Proklim yang dapat meningkatkan ketahanan iklim masyarakat di tingkat lokal. Selain itu, juga akan tercipta kesejahteraaan di wilayah RW.XI setempat.

“Satpol PP dan Damkar Kota Madiun menghimbau pada masyarakat bahwa proklim masih erat hubungannya dengan iklim dan lingkungan, maka masyarakat dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan hal tersebut juga dapat melanggar undang-undang,” tegas Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan Pemadam Kebakaran Anang Dwi Sulistianto. “Selain itu, jika membakar sampah jangan sampai di tinggal begitu saja, karena hal tersebut dapat memicu terjadinya kebakaran,” imbuhnya.

Anang juga menjelaskan jika terjadi kebakaran, tugas masyarakat adalah segera melakukan evakuasi, serta secepatnya menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Pemanggilan Damkar saat terjadi kebakaran itu tidak dikenakan biaya,” pungkasnya. @Limad