LENSAINDONESIA.COM: Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Mulai dari pengetatan protokol kesehatan dan penerapan PPKM Darurat yang telah berlangsung sejak 3 Juli 2021 lalu.

Terkait pelaksanaan rangkaian ibadah Idul Adha, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No. 451/2487/401.012/2021 tertanggal 12/7/2021, tentang ditiadakannya takbir keliling dan Salat Idul Adha secara berjamaah. Sementara itu, mengacu pada instruksi Menteri Agama nomor 17 tahun 2021 bahwa pelaksanaan Salat Idul Adha harus sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

Ditemui Lensaindonesia.com di ruang kerjanya, Kepala KUA Kecamatan Taman Madiun Pujiyanto, S. Ag, M.H.I., memberikan keterangan bahwa pihaknya telah menugaskan penyuluh-penyuluh yang bertugas untuk menginformasikan dan memonitoring persiapan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada hari Selasa (20/7/2021).

“Mulai beberapa hari yang lalu kita sudah mensosialisasikan semua peraturan yang ada, dan tidak ada satupun masjid (di kecamatan Taman) mau mengajukan (rekomendasi) untuk mengadakan Salat berjamaah,” ujar Pujiyanto, Senin (19/7/2021).

“Kita sudah melakukan tugas sebaik-baiknya. Jadi, satupun tidak ada masjid yang mendapat rekomendasi untuk mengadakan Salat Idul Adha berjamaah,” tegasnya.

Pujiyanto juga mengatakan, peraturan yang disampaikan oleh penyuluh kepada beberapa takmir masjid bisa diterima oleh masyarakat dengan baik.

“Ada yang langsung menutup masjidnya, seperti Masjid Kuno. Langsung direspon masyarakat,” ucapnya.

Pujiyanto mengungkapkan, sebagian masyarakat berharap untuk tetap dapat melaksanakan Salat berjamaah dengan kapasitas mikro, dengan pengertian, apabila satu RT ataupun RW tidak ada satupun kasus positif COVID-19, diberikan ijin untuk melaksanakan Salat Idul Adha berjamaah.

“Namun, Pak Menteri menginstruksikan PPKM Makro. Disini Perwali juga begitu. Karena Madiun masuk ke zona merah, jadi semua (wilayah) dianggap merah,” terang Pujiyanto.

Kepala KUA Kecamatan Taman tersebut menghimbau agar masyarakat Kota Madiun mematuhi peraturan yang telah ditetapkan untuk kepentingan bersama masyarakat Kota Madiun.

“Peraturan yang ditetapkan itu sebenarnya juga untuk membela dan mengayomi kita, supaya kita terhindar dari virus Covid-19. Dari pejabat itu, memikirkan bagaimana keselamatan rakyatnya, walaupun kadang harus bertentangan dengan hati nurani,” pungkas Pujiyanto. “Jadi, mari bersama-sama kita selamatkan bangsa ini,” ajaknya. @Limad