LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Madiun bersama sejumlah instansi menggelar Operasi Yustisi dalam rangka penerapan PPKM Darurat terkait pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00 bagi para pelaku usaha. Kegiatan tersebut dilakukan di beberapa ruas jalan Kota Madiun, yakni Jalan Panglima Sudirman, Jalan dr. Sutomo, dan Jalan Diponegoro, Minggu (18/7/2021) malam.

Giat Operasi yang menyasar pedagang kaki lima (PKL), tersebut melibatkan tim gabungan dari Polres Madiun Kota, TNI dan Satpol PP. Demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi peraturan PPKM Darurat, penertiban PKL lebih bersifat persuasif dan humanis.

Wakil Walikota Madiun Inda Raya dan jajaran Forkopimda Kota Madiun ikut memantau secara langsung kegiatan tersebut. Inda memberi teguran langsung kepada PKL yang masih tampak berjualan, meski waktu sudah menunjukkan pukul 20.00. Dalam kesempatan yang sama, Inda Raya pun melakukan dialog langsung dengan para pedagang yang merasakan dampak penerapan PPKM Darurat.

Tak sekedar melakukan penertiban dan penegakan peraturan PPKM Darurat, namun dalam giat yustisi tersebut, jajaran Forkopimda juga memberi bantuan untuk para PKL, berupa sembako, masker dan uang tunai. Bahkan Wakil Walikota Inda Raya memborong dagangan PKL. Tak ayal aksi spontanitas orang nomor 2 di kota Madiun tersebut langsung menjadi sorotan awak media.

“Kita semua sepakat bersama membantu pedagang yang memang harus jam 8 (malam) tutup saat PPKM Darurat. Terutama PKL yang tertib yang sudah mulai ‘ringkes-ringkes’ (beberes). Setelah berdialog, ternyata masih banyak dagangannya,” terang Inda Raya.

Meskipun ketika sidak tersebut berlangusng masih ada yang berjualan, namun setelah diperingatkan para pedagang segera menutup lapaknya. Sementara itu, salah satu pedagang mengaku penjualan turun selama penerapan PPKM Darurat.

“Penjualan menurun. Semoga Corona segera berakhir,” ujar Ika, salah satu pedagang.

Tergugah akan kondisi tersebut, Inda Raya beserta jajaran Forkopimda berkomitmen untuk menyisihkan sejumlah tunjangan jabatan yang diterimanya untuk membantu masyarakat Kota Madiun yang merasakan dampak langsung penerapan PPKM Darurat.

“Saya sampaikan bahwa PPKM Darurat ini diperpanjang atau tidak, dari kemarin saya sudah menggunakan gaji saya untuk membantu mereka. Mungkin banyak sekali pejabat yang juga melakukan hal itu, jadi bukan hal luar biasa bagi saya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya yang turut terjun langsung memantau giat Operasi malam tersebut.

“Jadi apa yang disampaikan Wawali, kita juga akan menawarkan ke teman-teman DPRD yang lain,” ucap Andi.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan yang juga turut memantau langsung kegiatan Operasi Yustisi tersebut mengungkapkan, rangkaian pembagian bantuan sembako itu akan terus dilanjutkan hingga beberapa hari ke depan.

“Kita bersama Forkopimda membagikan beras untuk masyarakat, kita juga memborong dagangan mereka dan memberikan sedikit tali asih. Ada 25 paket beras untuk PKL, becak dan ojol (ojek online) yang masih bekerja. Pembagian beras akan terus berlanjut,” ungkap AKBP Dewa.

Dalam kesempatan yang sama, Kajari Kota Madiun Bambang Panca Wahyu Hariadi yang juga turut hadir menuturkan, bulan Dzulhijah menjadi momentum yang tepat untuk saling berbagi.

“Alhamdulillah was syukurilah, kami lebih beruntung. Jadi kita menyisihkan tunjangan kinerja kami untuk masyarakat yang terdampak. Mudah-mudahan barokah. Memang di bulan Dzulhijah ini kita dituntut untuk lebih saling berbagi. Allah yang akan membalasnya,” pungkas Bambang. @Limad