LENSAINDONESIA.COM: Aplikasi Laut Nusantara besutan XL Axiata dan BROL semakin canggih, yakni mampu mendeteksi keberadaan ikan-ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore.

Ketiga jenis ikan tersebut bernilai ekonomi tinggi dan menjadi primadona di pasar dunia. Fitur baru ini sudah bisa digunakan para nelayan sejak Juli 2021.

Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata, Marwan O Baasir menyampaikan, pihaknya terus berupaya meningkatkan fungsi dan manfaat dari aplikasi Laut Nusantara ini.

“Visi kami jelas, yakni membantu para nelayan Indonesia agar produktif dan aman saat bekerja sehingga akan meningkatkan kualitas hidup mereka,” tutur Marwan dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Selasa (20/07/2021).

Ia menambahkan, tim dari BROL memiliki semua kompetensi yang dibutuhkan untuk memperkaya fitur aplikasi ini, dengan data-data hasil riset yang melimpah, dan bisa diimplementasikan sebagai sarana digital untuk mendukung masyarakat nelayan kecil di seluruh Indonesia.

“Secara bertahap akan terus bertambah fitur-fitur baru yang bisa meningkatkan kemampuan aplikasi Laut Nusantara,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Kelautan, Dr. I Nyoman Radiarta, M.Sc. menyampaikan, keberadaan fitur baru pendeteksi ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi merupakan terobosan sebagai upaya peningkatan pendapatan para nelayan dengan mengubah paradigma nelayan dari mencari ikan menjadi menangkap ikan.

Peneliti BROL, Eko Susilo menjelaskan, cara kerja fitur pendeteksi ikan-ikan tersebut dengan mendeteksi lokasi daerah penangkapan ikan menurut kesesuaian kondisi laut, yang menurut berbagai penelitian sebagai area tempat ikan berkumpul.

Kesesuaian tersebut bersandar pada kriteria front suhu dan tingginya kesuburan perairan. Front suhu adalah daerah pertemuan antara massa air hangat dan dingin. Sedangkan kesuburan perairan yang tinggi berasosiasi dengan tersedia makanan ikan, berupa plankton, yang melimpah. Kedua kriteria tersebut dianalisis menggunakan data citra satelit.

“Untuk pelikan tuna dan cakalang, dihasilkan melalui pendekatan kesesuaian habitat ikan. Kriteria kesesuaian habitat ikan tersebut dianalisis menggunakan model numerik dan pendekatan statistik non-linear. Yang jelas, lokasi-lokasi keberadaan ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore ditampilkan secara sederhana sehingga bisa dengan mudah digunakan oleh nelayan, ” terang Eko.

Ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore menurut data Pusat Informasi Pelabuhan Kementerian Kelautan dan Perikanan, harga Tuna Sirip Kuning di kisaran Rp 50.000/kg, Tuna Sirip Biru sekitar Rp. 100.000/kg, dan Albacore sekitar Rp 50.000/kg. Di tingkat konsumen, harga jual bisa mencapai hingga 3 kali lipat. Sementara itu di pasar internasional, seekor tuna Bluefin harganya pernah menembus rekor dunia dengan harga Rp 25 miliar dengan bobot 276 kg.

Kini, sudah ada 55 ribu pengguna aktif aplikasi Laut Nusantara. Mayoritas pengguna merupakan masyarakat nelayan di seluruh Indonesia melalui sosialisasi yang digelar Balai Riset dan Observasi Laut maupun BAKAMLA dan Pemerintah Daerah.@Rel-Licom