LENSAINDONESIA.COM: Polres Pelabuhan Tanjung Perak hingga saat ini belum mampu menangkap dua dari lima tersangka kasus pengeroyokan yang mengakibatkan seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS) bernama Zainal Fattah meninggal dunia.

Saat ini, Polres Pelabuhan Tanjung Perak baru menangkap tiga tersangka, yakni Achmad Gufron (23) dan Mohammad Imron (20) dan Hendra Setiawan (22). Mereka diamankan dalam waktu dan tempat yang berbeda pada bulan lalu.

Menanggapi berlarut-larutnya pengungkapakan kasus ini, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Stikosa AWS mendesak Polres Pelabuhan Tanjung Perak, untuk serius menangani dan segera mengungkap dua pelaku yang disinyalir masih berkeliaran.

“Akan kami kawal terus untuk kasus ini. Kami juga berharap pihak kepolisian serius untuk mengusut tuntas siapa saja yang melakukan pengeroyokan. Saya mewakili keluarga Besar Stikosa AWS desak polisi tangkap 2 buron pelaku pengeroyokan Fattah,” tegas Ketua IKA Stikosa AWS, M Zurqoni kepada lensaindonesia.com, Selasa (20/07/2021).

Zurqoni menyampaikan, bahkan IKA Stikosa AWS akan terus memantau perkembangan proses hukum di kepolisian dan mengawal kasus ini hingga semua pelaku ditangkap dan diadili.

Senada dengan M Zurqoni, Plt Ketua Stikosa AWS Ratna Amina meminta polisi dapat bergerak cepat, sehingga tidak dinilai lamban dalam menangani kasus yang kasus yang menewaskan mahasiswa semester 4 tersebut.

Ia berharap, pihak kepolisian dalam hal ini Polres Pelabuhan Tanjung Perak dapat menangkap seluruh pelaku tanpa tebang pilih.

“Kami keluarga besar Stikosa AWS sangat berharap semua pelaku pengeroyokan bisa segera ditangkap,” ucapnya.

Ratna mengungkapkan, Zainal Fattah merupakan sosok mahasiswa yang rajin dan sopan. “Almarhum sangat rajin, sopan. Dia selalu berusaha untuk menjalankan tugas kuliah meski dia memiliki kesibukan karena berkerja,” katanya.

Pada 28 April 2021 lalu, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Stikosa AWS telah melayangkan surat kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak, agar segera mengusut tuntas kasus tewasnya Zainal Fattah ini.

Ada tiga poin tuntutan pada surat yang bernomor 06/D/IKA-Stikosa-AWS/IV/2021 ini yang ditujukan kepada Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum tersebut, yaitu:

1. Mendukung dan mendesak Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk segera menuntaskan penyidikan kasus kematian saudara Zainal Fattah.

2. Menangkap seluruh pelaku penganiayaan yang menewaskan saudara Zainal Fattah.

3. Mengungkap proses hukum secara progresif, transparan dan berkeadilan sesuai komitmen PRESISI Kapolri.

Diketahui, Zainal Fattah (25) warga Jl Kalimas Baru 2 Gang Buntu Surabaya, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda pada 18 April 2021.

Zainal Fattah mengalami luka parah dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Al-Irsyad. Namun sayang, mahasiswa Stikosa AWS itu meninggal dunia pada Jumat 23 April 2021.@wendy