LENSAINDONESIA.COM: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC) terus meningkatkan distribusi masker dan penyemprotan disinfektan di pelosok wilayah Malang Raya.

Kordinator MBLC, Ir. R. Agoes Soerjanto menyampaikan, program ini dilaksanakan untuk membantu pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19.

“Program ini menyusul kebijakan pemerintah memperpanjang masa PPKM sampai 25 Juli 2021 mendatang. Karena itu untuk mendukung pemerintah, maka percepatan distribusi masker serta penyemprotan di wilayah Malang Raya ritmenya di tingkatkan. Agar masyarakat sudah terbiasa dengan menggunakan masker rangkap, serta antisipasi serangan COVID–19 di pelosok-pelosok,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/07/2021).

Sebelumnya, MBLC berterimakasih atas bantuan dari BNPB berupa 5 ribu masker dan 20 liter bahan utama pembuatan disinfektan. Tentunya, lanjut Agoes, amanah BNPB ini patut diapresiasi dan perlu ditindaklanjuti dengan distribusi secara merata untuk menyelamatkan warga.

“MBLC bersama organ kepemudaan dan kemasyarakatan di Malang Raya tidak hanya fokus penanganan di wilayah Kota Malang, tapi juga menyeluruh ke Batu dan Kabupaten Malang. Bahkan MBLC sudah menyasar ke wilayah dipelosok Malang Selatan,” ujarnya.

Karena itu, selain para relawan MBLC datang langsung ke lokasi, di Posko MBLC di Jl. Pandan No. 5 Kota Malang, juga melayani inisiatif masyarakat terdampak jika menginginkan bantuan masker dan disinfektan.

“Monggo kita gotong royong melakukan upaya pencegahan dengan menggalakkan lagi penyemprotan disinfektan di tingkat RT sampai RW, silahkan datang ke posko, para relawan siap untuk memberikan bantuan,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Waketum GM FKPPI ini mengharapkan agar gerakan ini memberikan suntikan motivasi bagi masyarakat terdampak agar meningkatkan empati dalam memberikan pertolongan antar warga.

“Banyak warga yang menjalani isoman di rumahnya masing masing, karena rumah sakit yang sudah penuh. Program saling bantu, slaing menolong harus ditingkatkan. MBLC siap memfasilitasi materi yang dibutuhkan, mulai vitamin, makser, disinfektan sampai bantuan sembako. Dan bersyukur BNPB memberikan support serta beberapa pengusaha, kelompok masyarakat, juga para individu datang ke posko memberi bantuan. Kami sangat antusias, dan kami yakin Arek Arek Malang akan berbuat terbaik menyelamatkan Bhumi Arema,” kata petinggi Arema FC ini.

Kedepan, lanjut diam MBLC juga akan merancang program Grebek Vaksin, yakni program vaksinasi secara door to door di tingkat RW. Langkah awal, akan dilakukan di beberapa Kampung Tangguh yang sebelumnya menjadi binaan MBL selama 1,5 tahun terakhir.

“Besama Satgas COVID-19 UB dan RSIA Mawar (Mardi Waloeja Rampal, red) siap jika diberikan kepercayaan pemerintah untuk membantu melakukan distribusi vaksin ke pelosok daerah,” paparnya.

Dalam kesmepatan terakhir, Agoes mengingatkan agar masyarkat tidak terlalu panik menghadapi pepanjangan PPKM sampai 25 Juli 2021. Justru jadikan momentum untuk percepatan dalam upaya mengantisipasi COVID-19.

“Disiplin tinggi prokes, masker ganda, hindari kerumunan, perbanyak vitamin, cuci tangan sesering mungkin. Bagi yang isoman, disiplin tetap di rumah, dan lakukan olahraga, makanan bergizi, dan kelola pikiran yang positif. Kita optimis mampu lewati bencana wabah ini. Manfaatkan PPKM sebaik baiknya dengan peningkatan kualitas pola hidup sehat,” pungkasnya.*