LENSAINDONESIA.COM: Kesibukan menjalani rutinitas sehari-hari merupakan hal yang sering membuat tubuh dan pikiran menjadi lelah. Dalam keadaan tersebut, tentu diperlukan istirahat sejenak, atau meluangkan waktu bersama rekan sejawat, dan tentu saja dengan keluarga. Dengan seperti itu, tubuh dan pikiran menjadi fresh dan mood kembali bagus untuk kembali menghadapi rutinitas.

Pun hal tersebut dilakukan oleh Inda Raya Ayu Miko Saputri. Di tengah kesibukannya sebagai seorang Wakil Walikota Madiun, yang mendampingi Wali Kota Maidi dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Pendekar ini.

Dari pantauan Lensaindonesia.com, Inda dan keluarga tengah menikmati suasana sore hari di Taman Hutan Kota Madiun (THK) Kelurahan Patihan, yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (20/7/2021).

Meski dikenal memiliki kesibukan yang tinggi, terutama di tengah masa pandemi saat ini, Inda Raya mengaku tetap selalu berusaha menyisihkan waktunya untuk keluarga. Menurutnya, family time menjadi obat untuk menghilangkan kepenatan akan aktivitas pekerjaannya.

Perempuan pertama yang berhasil menjadi Wakil Walikota Madiun tersebut mengungkapkan, THK Madiun merupakan tempat favorit baginya untuk menghabiskan waktu bersama sang suami dan anak-anak.

“Salah satunya adalah itu (THK Madiun) yang favorit. Ada kolam ikan koi nya,” ujar Inda. “Selain itu, tempatnya juga asri,” tambahnya.

Ia pun mengapresiasi pengelola THK Madiun, karena terjaga kebersihan dan keindahannya. Selain itu, air kolam juga jernih, membuat ikan-ikan koi yang ada di kolam pun terlihat dengan jelas, dan pengunjung bisa ikut memberi makan ikan-ikan tersebut.

Sembari refreshing, orang nomor dua di jajaran Pemerintah Kota Madiun itu juga memantau penerapan protokol kesehatan para pengunjung THK.

“Alhamdulillah, masyarakat sudah mulai peduli. Walaupun butuh hiburan ingin keluar, mereka tetap memakai masker, selalu menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Selain tersedia kolam ikan koi, dan sejumlah gasebo untuk bersantai, di THK Madiun juga terdapat beberapa koleksi tanaman bonsai yang tertata rapi di sisi utara.

“Di THK juga ada bonsai. Kalau tidak salah ada sekitar 40 bonsai,” terang Inda. “Tapi, karena bonsai itu harganya juga tidak murah, otomatis selalu ada penjaga yang piket disitu,” imbuhnya.

Inda juga menuturkan, THK ini merupakan salah satu proyek MADA untuk masyarakat Kota Madiun, dan Wali Kota Madiun pernah menyampaikan, apabila ada rencana menggelar pameran tanaman disini.

Hal senada disampaikan oleh Iwan, salah satu pengurus Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Madiun yang bertanggung jawab atas perawatan bonsai yang ada di THK.

“Dulu Wali Kota (Madiun) pernah mengungkapkan bahwa PPBI diijinkan menempati THK Madiun sebagai pelahanan bonsai,” ungkap Iwan. “Dan ada wacana, nantinya, di sini akan dibangun Pasar Bonsai sebagai pintu masuk bagi pengunjung ke Kota Madiun yang dari arah Utara,” ujar Iwan.

Iwan juga mengatakan, para penghobi bonsai diijinkan untuk menempatkan koleksi pohon kerdilnya di THK Madiun tanpa dikenakan biaya apapun. @Limad