LENSAINDONESIA.COM: Hari Anak Nasional (HAN) di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 23 Juli, diprakarsai oleh Presiden kedua RI H.M. Soeharto.

Peringatan ini mengacu pada UU Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Adanya undang-undang ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Indonesia tentang perlindungan anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

Pada saat itu, menyadari pentingnya anak-anak sebagai aset kemajuan bangsa. Presiden Soeharto menetapkan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional (HAN) melalui Keputusan Presiden (Keppres) RI No. 44 tahun 1984.

Berdasarkan Keppres tersebut, pada tanggal 23 Juli 1985, untuk yang pertama kalinya Hari Anak Nasional diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia, dan berlanjut hingga saat ini.

Adanya Peringatan Hari Anak Nasional sesuai dengan resolusi Majelis Umum PBB 836 (IX) pada tanggal 14 Desember 1954, yang merekomendasikan kepada semua pemerintah negara anggota PBB untuk memasukkan Hari Anak sebagai peringatan nasional dengan tanggal yang ditetapkan oleh kebijakan masing-masing negara. Sehingga tak mengherankan, jika kemudian, masing-masing negara memperingati Hari Anak Nasional di tanggal yang berbeda.

Seperti di Jepang, Hari Anak dirayakan setiap tanggal 5 Mei sebagai perayaan kebahagiaan semua anak. Pada awalnya disebut Tango no sekku, salah satu dari lima upacara tradisi Kekaisaran Jepang. Seiring berjalannya waktu, ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh pemerintah pada tahun 1948.

Di Republik Turki, Hari Anak ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh pemerintah pada tahun 1920, dan diperingati pada tanggal 23 April.

Di Inggris, Hari Anak dirayakan setiap tanggal 12 Mei. Pada awalnya, perayaan ini diadakan untuk mendorong anak-anak Britania Raya agar menghabiskan waktu mereka untuk beraktivitas di luar rumah pada awal musim panas.

Selain hari anak nasional, juga terdapat peringatan Hari Anak Internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Juni dan pertama kali diadakan pada tahun 1857. Peringatan ini berawal dari seorang pendeta di Massachusetts, Amerika Serikat, yang berinisiatif mengadakan sebuah pelayanan khusus untuk anak-anak.

Meskipun sudah dimulai sejak tahun 1857, namun Peringatan Hari Anak Internasional baru secara resmi diperingati mulai tahun 1929, setelah diresmikan di Turki pada tanggal 23 April. Kemudian, di tahun 1950, peringatan Hari Anak Internasional ditetapkan untuk diperingati setiap tanggal 1 Juni, sebagai wujud perlindungan internasional terhadap anak-anak.

Selain itu, ada peringatan Hari Anak Universal yang ditetapkan oleh PBB pada 20 November 1954. Usai penetapan tersebut, pada tahun 1959, PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak. Kemudian berlanjut dengan mengadopsi Konvensi tentang Hak Anak pada tahun 1989.

Peringatan Hari Anak Universal ini bertujuan untuk mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat terhadap anak-anak, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak. @LI-Digimagz