LENSAINDONESIA.COM: Pada edisi sebelumnya, Lensa Indonesia Digimagz telah tentang mengulas tentang Sejarah Wingko Babat, yang asli Lamongan, namun menjadi jajanan khas Semarang. Ternyata tak hanya di Lamongan dan Semarang, si manis legit yang satu ini juga ada di Kota Madiun.

Kampung Pesona yang tengah viral di masyarakat Kota Madiun belakangan ini sebagai tempat jujugan untuk wisata swafoto dan wahana bermain anak-anak, ternyata juga memiliki kuliner khas yang bisa memanjakan lidah pengunjungnya, yaitu Wingko “Ka Pe”.

Wingko Ka Pe memiliki khas tersendiri, ukuran yang lebih besar dari wingko pada umumnya. Didukung teksturnya yang garing di luar namun ketika digigit terasa sangat lembut di dalam. Kelebihan dari Wingko Ka Pe adalah pada komposisi kelapa yang lebih banyak dibanding bahan lainnya sehingga saat dinikmati, rasa gurih lebih dominan muncul dan tidak menimbulkan rasa eneg.

Paduan tepung ketan dan parutan kelapa ditambah sedikit gula dan bahan tambahan lainnya, lalu dipanggang dicetakan dengan api kecil, sehingga menciptakan rasa legit yang di setiap gigitannya, membuat jajanan produksi dari masyarakat Kampung Pesona ini seringkali menjadi sajian dalam acara-acara resmi di wilayah Kota Madiun.

Wakil Walikota Madiun Inda Raya tengah menikmati Wingko Ka Pe saat peresmian Kampung Pesona.

“Luar biasa sekali rasa Wingko Ka Pe ini, melimpah kelapanya,” ujar Wakil Walikota Madiun Inda Raya usai menghadiri acara peresmian Kampung Pesona pada bulan Juni 2021 lalu.

Inda Raya yang juga mendapat julukan Ibu UMKM kota Madiun tersebut, memiliki gagasan untuk menghadirkan jajanan produk UMKM Madiun, termasuk Wingko Ka Pe ini pada acara-acara resmi Pemerintah Kota Madiun. Selain itu, Ia pun berharap Wingko Ka Pe bisa menjadi salah satu buah tangan khas dari Kota Madiun.

“Sudah sangat pantas untuk sajian khas di Kota Madiun,” katanya.

Sementara itu, Lux Tri Astuti, sang penggagas sekaligus peracik kudapan khas Kampung Pesona ini berharap, Wingko Ka Pe bisa menjadi salah satu produk unggulan kota Madiun.

“Dengan beberapa kali uji coba, akhirnya menemukan formula yang pas,” ungkap Lux. “Semoga kedepannya bisa menjadi ikon kota Madiun” tambahnya. @LI-Digimagz