LENSAINDONESIA.COM: Masa Pandemi Covid-19 membuat obyek dan para pelaku wisata di Indonesia goyah. Bahkan, tak sedikit yang terpaksa harus gulung tikar.

Untuk tetap bertahan, para pengelola tempat wisata dituntut untuk mampu beradaptasi dan berinovasi dengan keadaan yang serba sulit ini. Tak terkecuali pelaku wisata di Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mojosemi Forest Park, misalnya. Seperti tak mau kalah dengan masa pandemi ini, salah satu pengelola wahana wisata di kawasan Gunung Lawu tersebut melaunching inovasi terbarunya, yakni “Wisata Virtual Mojosemi”, Sabtu (24/7/2021) pagi.

Wisata virtual tersebut merupakan sebuah program wisata edukasi secara virtual, dengan memanfaatkan aplikasi “Zoom”. Dilaunchingnya program ini sebagai upaya untuk menyiasati kondisi Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, terutama berkaitan dengan berbagai kebijakan pembatasan yang diambil oleh pemerintah guna menekan laju penyebaran virus Corona.

“Karena adanya pandemi ini, pemerintah menutup sementara wahana-wahana wisata untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Dari situ kami melihat potensi dari wahana kami, karena kebetulan kami merasa bahwa wahana kami yang berbasis Dinosaurus Park mempunyai potensi untuk dieksplor, diperkenalkan, dan ditawarkan dalam konteks virtual,” ujar Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan Kreatif Mojosemi Forest Park Honggo Utomo.

Menurut Honggo yang juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Mojosemi Forest Park, wisata virtual sangat efektif sebagai sarana pariwisata di era digitalisasi saat ini. Pengunjung tidak harus datang ke wahana wisata yang ingin dikunjungi, cukup ‘stay at home’ dan berwisata dari jarak jauh.

“Mereka tetap ‘stay’ di rumah tapi mereka bisa melihat koleksi animatronik Dinosaurus yang kami miliki,” terang Honggo.

Selain menyajikan kemasan tayangan wisata virtual, Mojosemi Forest Park melalui Dinosaurus Park – nya mengkombinasikan petualangan, penjelajahan, sekaligus interaksi langsung dengan para peserta wisata virtual.

Launching sekaligus gelaran perdana wisata virtual Mojosemi Dinosaurus Park mendapatkan antusias yang cukup baik dari masyarakat. Terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti mencapai 45 akun Zoom, dari 50 tiket berbayar yang tersedia.

“Responnya cukup bagus, kuota 50 berbayar terisi 45 slot,” ungkap Honggo. “Kami lihat juga, potensinya ini tidak hanya pada masa pandemi,” tambahnya.

Honggo memaparkan, ia memiliki impian besar untuk bisa memberikan edukasi khususnya bagi anak-anak dimasa pandemi, yang harus menjalani proses belajar mengajar secara daring. Wisata Virtual Mojosemi Dinosaurus Park ini diharapkan bisa menjadi teman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak yang saat ini harus bergelut dengan gadget.

Ia mengungkapkan, sedikitnya wahana wisata berbasis Dinosaurus di Indonesia, justru dijadikan peluang oleh tim kreatif Mojosemi Dinosaurus Park untuk mengembangkan potensi yang dimiliki melalui virtual ke wilayah-wilayah yang belum terjamah wahana wisata yang bertemakan Dinosaurus, seperti Kalimantan, Sumatra, dan Papua.

Kendati demikian, Honggo juga mengku, ada sejumlah kendala yang harus dihadapi untuk mengembangkan Wisata Virtual Mojosemi Dinosaurus Park ini, antara lain perihal peralatan dan adaptasi proses penggarapan pertunjukan.

“Karena basic kami adalah showbiz off air, jadi orang datang, kami ada panggung dan memberikan suatu pertunjukan teatrikal, di mana orang melihat secara langsung,” katanya. “Kemudian kita dipaksa untuk beradaptasi dalam konteks online atau dunia digital. Kita dituntut untuk bisa menyajikan sesuatu yang benar-benar membawa sensasi tersendiri bagi penonton yang dirumah,” tambahnya.

“Wisata virtual ini sebenarnya sudah beberapa bulan lalu dihembuskan Menparekraf (Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif) Sandiaga Uno. Ini menjadi satu opsi untuk tempat wisata, namun juga diperlukan adanya pendampingan,” jelas Honggo kepada Lensaindonesia.com. “Karena tidak semua tempat wisata memiliki SDM yang paham akan dunia digital. Kalau kemudian pemerintah sebagai pemangku kepentingan yang paling atas mau menggalakkan konsep wisata virtual ini, seyogyanya ada proses pendampingan, sebab tidak mudah beradaptasi dari tradisi offline ke online,” imbuhnya.

Memungkasi perbincangan, Honggo berharap Wisata Virtual Mojosemi Dinosaurus Park ini, mampu memberikan hiburan yang sarat edukasi kepada masyarakat, terlebih lagi dengan harga registrasi yang sangat murah sebesar Rp10 ribu. @LI-Digimagz