LENSAINDONESIA.COM: Menindak lanjuti perpanjangan PPKM level 4 sampai dengan tanggal 2 Agustus. Berikut upaya strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mendukung program Pemerintah Pusat dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19.

Adapun langkah penanganan itu disampaikan Bupati Jombang, Mundjidah Wahab dalam konferensi pers di Pendopo, Senin (27/07) kemarin, didampingi Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan sejumlah pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormasy).

Bupati Mundjidah Wahab menyampaikan perkembangan kondisi terkini penanganan pendemi Covid-19 di Kabupaten Jombang selama pelaksanaan PPKM Level 4. Dimana sejauh ini tingkat mobilitas masyarakat berkurang hingga 20% atau zona kuning.

“Angka terkonfirmasi Covid-19 tinggi karena semakin masifnya testing khususnya swab antigen guna mengetahui tracing terhadap yang bergejala maupun yang memiliki Kontak erat,” jelasnya, Selasa (27/07/2021).

Dipaparkan Bupati, pasien yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 1.194 orang, menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 713 orang yang tersebar di 2 rumah sakit umum daerah (RSUD) dan 11 rumah sakit swasta. Ada tren kenaikan angka kesembuhan setiap harinya dengan tingkat prosentase sebesar 66,20%.

“Untuk kasus meninggal masih fluktuatif, yaitu sebagian besar kematian terjadi pada Pasien yang belum di vaksin 880 orang atau 94,6%, kematian yang banyak terjadi pada kelompok dewasa yakni 552 orang atau 59,4% dan lanjut usia sebanyak 373 orang atau 40,1%, sedangkan balita 1%, sebagian pasien yang meninggal sudah mendapatkan oksigen dan obat khusus,” lanjutnya.

Diungkapkan Bupati, adapun langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah bersama jajaran TNI/Polri serta tokoh agama dan tokoh masyarakat yakni melakukan sosialisasi dan edukasi tentang Covid-19 bersama tiga pilar serta melakukan Pengawasan dan Pengendalian terhadap masyarakat yang melakukan Isolasi Mandiri.

Yaitu menyiapkan ” Rumah Sehat ” bagi masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 dengan kondisi tanpa gejala (OTG) maupun dengan gejala ringan di 23 SMP Negeri dan 1 di Sekolah Dasar yang tersebar di 21 Kecamatan, dengan kapasitas 120 ruangan dan 438 tempat tidur.

Menambah ketersediaan tempat tidur rumah sakit Covid-19 (BOR) sebanyak 290 tempat tidur dan 23 tempat tidur ICU. Melakukan rekrutmen tenaga kesehatan sebanyak 21 orang dari sekolah kesehatan yang ada di Kabupaten Jombang. Memberikan bantuan sosial kepada warga yang melaksanakan Isoman.

Memberikan bantuan sosial dari pemerintah pusat kepada masyarakat yang terdampak, baik yang dilakukan oleh TNI/Polri maupun pemerintah daerah. mengoptimalkan peran tiga pilar yang ada di Desa untuk membantu memberikan pengawasan di lokasi rumah sehat.

“Rumah sehat yang disiapkan di 23 gedung SMP dan 1 SD sudah mulai terisi, sudah ada yang melakukan isolasi terpusat yaitu di Kecamatan Mojoagung terisi 2 orang, Kecamatan Kesamben, Kecamatan Jombang 1 orang dan Kecamatan Ngusikan 1 orang,” terangnya.

Bupati Mundjidah menambahkan adapun alokasi APBD 2021 untuk kegiatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Jombang antara lain untuk bidang kesehatan Rp 139.063.909.039 terealisasi 28,13 %. Bidang kesehatan digunakan untuk obat –obatan, sarana prasarana kesehatan, serta insentif tenaga kesehatan.

Bidang sosial/jaring pengaman sosial Rp 6.106.950 realisasinya 29,3 %. Alokasi bantuan sosial baik dari APBD dalam bentuk uang dan barang maupun bantuan dari pemerintah pusat ( PKH, BST, BPNT ) Total Sebesar Rp 100.803.717.000 terdiri dari, Bansos berupa uang (APBD ) Sebesar Rp 5.042.000.000 untuk 16.232 orang dan 27 lembaga. Bansos berupa barang (APBD) sebesar Rp 1.738.150.00 untuk 12.900 orang, Bantuan dari pemerintah pusat (PKH, BST, BPNT) sebesar Rp.94.023.567.000 untuk 230.542 Penerima,” tambahnya.

Bupati juga menyampaikan terkait PPKM Level 4 telah dilanjutkan 26 Juli sampai dengan tanggal 2 Agustus 2021, dengan beberapa penyesuaian dalam penerapannya, sebagaimana disebutkan oleh Presiden RI. Diantaranya, pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari bisa buka seperti biasa dengan protokol kesehatan ketat.

Pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok buka dengan kapasitas maksimal 50 persen sampai pukul 15.00 WIB. Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha-usaha kecil lain sejenis diizinkan buka sampai pukul 21.00 WIB. Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka sampai pukul 20.00 dan maksimal waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit.

“Kami akan terus melakukan koordinasi baik dengan Forkopimda dan seluruh elemen, bahu membahu dalam penanganan ini. Kita berikhtiar baik dhohir dan bathin. Semoga seluruh bangsa Indonesia diberikan keselamatan, ketabahan, kesabaran dan perlindungan oleh Allah SWT,” pungkas Bupati Mundjidah Wahab.@Obi

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun