LENSAINDONESIA.COM: Satu dari dua orang buronan tersangka kasus pengeroyokan yang menewaskan Zainal Fattah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS) diduga masih berkeliaran di Indonesia. Mereka adalah pemuda berinsial AR dan SND.

Informasi yang dihimpun lensaindonesia.com tersangka AR tengah berada di salah satu kawasan Surabaya.

“Infonya dia berada di Tambaksari, di rumah istrinya,” tutur sumber yang meminta dirahasiakan identitasnya, Selasa (27/07/2021).

Sementara SND yang merupakan saudara AR ini, dikabarkan berada di Jakarta.

“Kalau itu (SND) di Jakarta Mas kabar terakhirnya,” tambahnya.

Penelusuran lensaindonesia.com tak berhenti sampai disitu. Dari penuturan salah satu keluarga korban, ada salah satu lagi pelaku yang diduga kuat terlibat pengeroyokan, yakni pemuda asal Jl Kalimas Baru.

Berbagai desakan untuk menuntaskan kasus tersebut juga telah dilakukan oleh pihak keluarga besar Stikosa AWS dan salah satu komunitas suporter Persebaya, juga telah dilakukan pada beberapa waktu lalu. Namun hasilnya, hingga kini seluruh DPO masih belum bisa ditangkap.

Diketahui, Zainal Fattah (25) warga Jl Kalimas Baru 2 Gang Buntu Surabaya, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda pada 18 April 2021.

Zainal Fattah mengalami luka parah dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Al-Irsyad. Namun sayang, mahasiswa Stikosa AWS itu meninggal dunia pada Jumat 23 April 2021.

Hingga saat ini, Polres Pelabuhan Tanjung Perak baru menangkap tiga dari lima orang tersangka tersangka, yakni Achmad Gufron (23) dan Mohammad Imron (20) dan Hendra Setiawan (22). Mereka diamankan dalam waktu dan tempat yang berbeda pada bulan lalu.

Sedangkan AR dan SND hingga saat ini belum ditangkap.@wendy