LENSAINDONESIA.COM: Pelindo III mencatat sekitar 20 ribu masyarakat maritim di lingkungan kerjanya telah divaksin.

Jumlah tersebut terdiri dari 9 ribu orang pegawai Pelindo III Group dan 11 ribu orang pekerja pelabuhan yang merupakan bagian dari perusahaan pelayaran, angkutan multimoda, tenaga kerja bongkar muat, dan pekerja pelabuhan lainnya.

Vice President Corporate Communication Pelindo III Suryo Khasabu menjelaskan, perusahaannya memperoleh dukungan vaksin dari pemerintah melalui TNI, Polri dan Kementerian Kesehatan guna menerapkan program vaksinasi di pelabuhan. Sejumlah pelabuhan yang menggelar vaksinasi diantaranya Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Tanjung Intan, Pelabuhan Tenau Kupang dan Pelabuhan Maumere.

“Menurut perhitungan kami dibutuhkan sekitar 45 ribu dosis vaksin untuk masyarakat maritim dan penumpang kapal di pelabuhan yang kami kelola di 7 provinsi di Indonesia,” papar Suryo dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com Kamis (29/07/2021).

Program vaksinasi masyarakat maritim di lingkungan Pelindo III pertama kali dibuka Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (11/06) lalu. Para pekerja pelabuhan disebut sebagai pihak yang berrisiko tinggi terhadap penularan Covid-19.

Lalu lalang kapal barang baik antar pulau maupun luar negeri berpotensi penularan sebab terdapat awak kapal ikut dalam kapal tersebut. Interaksi awak kapal dengan pihak lain saat kapal sandar di pelabuhan bisa menjadi salah satu sumber penularan Covid-19.

Vaksinasi di lokasi pelabuhan juga menerapkan protokol kesehatan ketat untuk meminimalkan risiko penularan atau cluster baru. Setiap petugas vaksinasi juga dipastikan dalam keadaan sehat dan terbebas dari infeksi Covid-19.

“Selain pekerja pelabuhan, kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menyiapkan program vaksinasi bagi para calon penumpang kapal laut, kami akan siapkan tempat dan tenaga vaksinatornya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPC INSA Surabaya Stenven H. Lesawengen menyampaikan, kegiatan vaksinasi di pelabuhan akan berdampak pada kepastian layanan logistik. Menurutnya, para pekerja sektor kepelabuhanan yang mengatur kelancaran logistik perlu perlindungan dari Covid-19 melalui vaksin.

“Risiko penularan Covid-19 di pelabuhan cukup tinggi, mereka yang bekerja butuh perlindungan melalui vaksinasi, sehingga mereka bisa bekerja dengan tenang untuk mendukung kelancaran pelayanan logistik di pelabuhan,” tutur Stenven.@Rel-Licom