LENSAINDONESIA.COM: Komunitas pedagang Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Surabaya kibarkan bendera merah putih serta spanduk dukungan untuk memberikan semangat bagi sesama pedagang dan pemerintah dalam masa pandemi COVID-19.

Komunitas pedagang yang melakukan aksi tersebut yaitu, SWK Dharmahusada Jl Dharmawangsa I dan SWK Deles Jl Arief Rahman Hakim 14, Surabaya.

Ketua paguyuban SWK Dharmahusada Surabaya Syafii Salahudin mengatakan, di masa sulit akibat pandemi COVID-19 ini, banyak pedagang yang gulung tikar. Melalui aksi ini, para pedagang supaya tetap semangat untuk menghidupi keluarganya.

Pengibaran bendera Indonesia dan spanduk dukungan, dengan harapan pandemi COVID-19 segera berlalu, agar perekonomian kembali stabil.

“Ini menghormati dan kita memberikan semangat kepada pedagang Surabaya, walaupun dalam keadaan seperti ini kita tetap semangat. Karena saya hanya bekerja di PKL ini, tidak ada pekerjaan lain. Jadi penghasilan utama saya ya dari usaha berdagang ini,” ungkapnya, Sabtu (31/07/2021).

Sedangkan Ketua SWK Deles Surabaya Eko Wibisono mengaku, sebelumnya banyak ajakan untuk mengibarkan bendera putih sebagai bentuk menyerah dengan keadaan. Namun, ia menolak karena dia memiliki keyakinan bahwa bendera di Indonesia cuma satu, yaitu merah-putih.

“Khusus di Sentra Kuliner Deles Surabaya ini, pantang untuk mengibarkan bendera putih, karena kita hanya punya satu bendera, yaitu merah-putih. Apapun bentuknya kita itu harus berani untuk mengibarkan sang saka merah putih. Jangan sampai kita ini mengibarkan bendera yang sifatnya itu menyerah,” tambahnya.

Meski begitu, mereka juga berharap kepada pemerintah agar jam operasional di PPKM level 4 ini dapat sedikit tambahan, apabila kedepan ada perpanjangan, dengan harapan mereka dapat berdagang lebih lama, walau jumlah pengunjung dibatasi.

Sementara Susanti, salah seorang pedagang di SWK Deles ini mengaku, selama PPKM Darurat hingga level 4, dalam teknis penerapannya membuat omzetnya turun drastis hingga 75 persen.

Tak pelak, bantuan dari pemerintah supaya dapat bertahan melalui pandemi COVID-19 ini sangat di dambakan olehnya.

“Sekarang ini kita jualan dengan modal 1 juta paling kembalinya sekitar 300 ribu rupiah. Saya berharap nasib kita bisa di perhatikan oleh pemerintah dengan bantuan atau apa lah, biar kita bisa bertahan dalam situasi seperti ini,” pungkasnya.@wendy