LENSAINDONESIA.COM: Dinas Kebersiahan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya menyatakan bahwa sebanyak 3.834 jenazah di Surabaya dimakamkan dengan protokol kesehatan COVID-19 selama bulan Juli 2021.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKRTH Kota Surabaya Anna Fajriatin menyampaikan, jenazah tersebut dimakamkan di dua Tempat Pemakaman Umum (TPU).

“Ada 3.834 pemakaman dengan protokol selama Juli saja di TPU Keputih dan Babat Jerawat, dan Krematorium,” ungkapnya, Sabtu (31/07/2021).

Anna Fajriatin menyampaikan, bahwa jenazah yang dimakamkan secara Prokes COVID-19 di dua TPU tersebut bener-benar warga Surabaya. Hal ini berdasarkan data kartu tanda penduduk (KTP).

“Yang dikonfirmasi (positif COVID-19) selalu diserahkan KTP, berarti yang kami dimakamkan warga Surabaya. Yang bukan warga Surabaya mereka bawa ke daerah asal, atau dikonfirmasikan ke BPBD Provinsi Jatim. Jadi keluarga (jenazah) kami arahkan ke BPBD provinsi. 3.800 warga Surabaya saja,” jelasnya.

Meski begitu, Anna Fajriatin tidak bisa memastikan jenazah tersebut benar-benar meninggal akibat COVID-19 berstatus suspect maupun probable. Sebab, tidak hanya jenazah yang berasal dari RS yang pasti COVID-19, namun banyak juga jenazah yang isolasi mandiri.

“Satgas pemakaman hanya menerima sesuai laporan terkait pakai prokes maupun non prokes,” jelasnya.

Meski di Surabaya sempat mengalami lonjakan angka kematian (mortalitas) akibat COVID-19 diawal Juli, namun di penghujung bulan tingkat kematian mulai mengalami penurunan.@budi