LENSAINDONESIA.COM: Kepala Unit Harta Benda (Harda) Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Giadi Nugraha dan Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri Iptu Suwono dilaporkan Propam Polda Jawa Timur.

Keduanya diduga melakukan pembiaran terhadap aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh sekelompok massa pada seorang pemuda berinisal ABF di dalam lokasi tanah di Jl Puncak Permai Utara III yang menjadi obyek sengketa pada Jumat 9 Juli 2021 sekitar pukul 20.30 WIB.

Saat itu, ABF yang belum genap berusia 17 tahun tersebut dipukuli saat berusaha merekam kedatangan massa melalui ponselnya.

Laporan ini dilakukan oleh Mulya Hadi yang mengaku sebagai ahli waris tanah di Jl Puncak Permai utara III tersebut.

Doddy Eka Wijaya, selaku Kuasa Hukum dari Mulyo Hadi membenarkan kliennya telah melayangkan laporan pengaduan masyarakaat (Dumas) terhadap 2 orang perwira pertama Polrestabes Surabaya ke Propam Polda Jatim.

“Benar kami melaporkan dua perwira pertama di lingkup Polrestabes Surabaya, yakni Kanit Harda dan Kanitreskrim Polsek Lakarsantri,” terang Doddy, Senin (02/07/2021).

Doddy menjelaskan laporan kepada kedua perwira POLISI tersebut, atas dugaan adanya pembiaran aksi main hakim sendiri oleh sejumlah massa yang masuk dalam objek tanah yang saat ini menjadi sengketa antara kliennya dan Istri Bos PT Djarum, Wodowati Hartono.

“Kita laporkan terkait dugaan membiarkan perbuatan main hakim sendiri oleh masa saat kejadian di Darmo Puncak Permai tempat tanah sengketa”, ujarnya.

Laporan Dumas Mulya Hadi itu, tertuang dalam
Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan Propam (SP2HP2-1) pada Senin 26 Juli 2021 dimana Propam Polda Jatim telah menerima dan melimpahkan berkas pengaduan tersebut kepada Staff Subbidpaminal.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian saat dikonfirmasi menyampaikan, bahwa pihaknya akan mengikuti proses penyedikan dari Bid Propam Polda Jatim atas Dumas dari Hadi Mulyo tersebut.

“Kami akan mengikuti proses penyidikan dari Propam,” ujarnya singkat.@rofik