LENSAINDONESIA.COM: Heriyanti alias Ahong diciduk Dit Intelkam Polda Sumatera Selatan (Sumsel) di kediamannya, Senin (2/8/2021) sekitar pukul 12.55 WIB. Anak almarhum Akidi Tio itu diduga berdonasi Rp 2 triliun yang dikabarkan palsu.

Wanita ini langsung digelandang ke Mapolda Sumsel guna menjalani pemeriksaan di ruang Ditreskrimum Polda Sumsel. “Kami bawa ke Mapolda untuk diperiksa keterangan,” terang Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Ratno Kuncoro.

Tak hanya Heriyanti saja, Prof Dr dr Hardi Darmawan, dokter keluarga yang jadi perantara saat penyerahan simbolis dana pada 26 Juli 2021 lalu juga ikut diperiksa.

Kombes Ratno menambahkan, hasil pemeriksaan dengan memintai keterangan dari yang bersangkutan, disimpulkan dana Rp 2 triliun untuk donasi penanganan Covid itu tak ada.

“Ternyata uang Rp 2 T (triliun) tidak ada. Tidak benar, sudah kita cek uang itu tidak ada. Nah dengan kondisi itu dia akan jadi tersangka,” imbuhnya.

Untuk menjerat Heriyanti, Polda Sumsel mengenakan pasal penghinaan negara dan penyiaran berita tidak pasti, sebagaimana diatur dalam UU nomor 1 tahun 1946.

“Akan dikenakan UU nomor 1 tahun 1946, pasal 15 dan 16. Ancaman (pidana) di atas 10 tahun karena telah membuat kegaduhan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, keluarga besar pengusaha almarhum Akidi Tio menyerahkan simbolisasi bantuan Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel pada 26 Juli 2021 lalu. Sumbangan diwasiatkan kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.

Penyerahan dana bantuan turut disaksikan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.

Hingga berita ini diunggah, pemeriksaan intensif untuk mengetahui latarbelakang apa yang terbesit di pikiran Heriyanti masih terus dilakukan. @wendy