LENSAINDONESIA.COM: Seorang petugas keamanan tewas dalam insiden baku tembak di salah satu gerbang di bandara Kabul, Afghanistan, Senin (23/08/2021) waktu setempat.

AP News melaporkan, baku tembak terjadi di dekat sisi militer bandara terjadi saat Taliban mengirim pihak mereka ke utara untuk menghadapi pemberontakan yang telah terjadi sepekan terakhir.

Sejauh ini, Taliban mengatakan tidak ada pertempuran walaupun para pemberontak telah merebut tiga distrik pedesaan di pegunungan Hindu Kush.

Pasukan keamanan pemerintah pusat Afghanistan sebagian besar runtuh atau melarikan diri dari serangan Taliban. Namun, beberapa warga Afghanistan bersenjata tetap berada di bandara Kabul membantu negara Barat untuk mengevakuasi orang-orang yang berkumpul di sana.

Status pasukan tersebut masih belum jelas. Tak ada pernyataan resmi apakah kelompok bersenjata tersebut pasukan perbatasan Afghanistan atau kelompok terikat dengan militer Barat sebagai penjaga bersenjata swasta.

Tak ada informasi terkait pihak mana yang melepaskan tembakan sekitar pukul 06.45 waktu setempat. Namun, militer Jerman mengatakan bahwa satu anggota pasukan keamanan Afghanistan tewas dan tiga lainnya terluka oleh ‘penyerang tak dikenal’.

Militer Amerika Serikat (AS) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak segera mengakui penembakan itu. Taliban juga tidak mengakui insiden itu.

Sebelumnya, setidaknya tujuh orang tewas dalam kericuhan proses evakuasi massa di dekat bandara Kabul, ucap Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) pada Minggu, 22 Agustus 2021. Ketujuh korban diduga tewas akibat terhimpit dan terinjak-injak oleh massa yang ingin meninggalkan Afghanistan melalui bandara Kabul.

“Kondisi di lapangan masih sangat menantang, tapi kami melakukan segala yang kami bisa untuk menangani situasi saat ini,” ujar MoD, seperti diberitakan Sky News.@LI-13