LENSAINDONESIA.COM: Praktik perjodohan bermotif harta dan tahta oleh orang tua kepada anaknya masih kerap terjadi.

Netizen Twitter curhat tentang kisah perjodohan yang mereka alami hingga menjadi trending topic pada Senin (30/08/2021) malam dengan tagar #NaluriHati.

Salah satunya yang dibagikan akun Twitter @tubirfess. Salah seorang netizen cowok menuturkan kisah percintaannya yang kandas. Perempuan pilihannya ditolak oleh keluarga karena dia dipaksa menikah dengan anak rekan bisnis ayahnya.

“Tujuan bokap adalah supaya bisnis mereka tetap berjalan dan berharap menjadi bisnis keluarga,” katanya dalam tangkapan layar yang dibagikan akun tersebut.

Padahal, dia tidak mencintai perempuan itu. Kebetulan, perempuan tersebut memiliki kondisi khusus, yakni keterbelakangan mental.

“Awalnya gue menolak karena pada saat itu gue punya pilihan wanita sendiri. Tapi balik lagi, sebagai anak, gue gak bisa nolak. Dan akhirnya 2018 lalu kita menikah,” lanjutnya.

Kisah itu pun menuai simpati. Sejumlah akun Twitter lainnya ikut curhat dengan topik senada. Sebagian besar memang menolak perjodohan meski tak sedikit pula yang mendukung.

“Jujur aku malah minta dijodohin karena udah di fase males buat PDKT-pacaran. Kalau udah sama-sama siap, bisa tahap perkenalan dulu, dari dua pihak keluarga juga udah setuju,” kata @pipipipoow.

Kisah perjodohan karena harta dan tahta yang jamak terjadi di Indonesia itulah yang menginspirasi SinemArt untuk merilis sinetron anyar berjudul Naluri Hati.

Sinetron yang tayang perdana pada 30 Agustus 2021 pukul 21.30 WIB di SCTV itu diawali kisah perjodohan antara Dinda (Shanice Margaretha Lie) dan Gilang (Donny Michael).

Dinda dijodohkan oleh ibu tirinya, Rina (Debbie Cynthia Dewi), yang bertujuan untuk menguasai seluruh harta kekayaan ayah Dinda. Tanpa Dinda ketahui, Gilang adalah anak kandung Rina sendiri.

Mendengar plot jahat itu, Dinda berusaha melarikan diri dari perjodohan jahat tersebut. Namun, sebelum sempat kabur, dia dipukul hingga jatuh pingsan. Dikira sudah meninggal, mayat Dinda dibuang Gilang ke tepi jurang. Akan tetapi, takdir berkata lain. Dinda siuman meski ingatannya hilang.@LI-13