LENSAINDONESIA.COM: Gelombang kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih berlanjut. Isolasi ketat dan serangkaian tes PCR terus dilakukan terhadap PMI asal Madiun, sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Mereka mesti menjalani dua kali tes swab PCR dengan hasil negatif terlebih dahulu, sebelum diizinkan kembali ke rumah masing-masing.

Danramil 0803/04 Jiwan Kapten Inf. Misto mengungkapkan, para PMI yang dijemput dari Asrama Haji Surabaya akan didata terlebih dahulu, kemudian dilakukan tes swab ulang oleh petugas Dinkes.

“Semua PMI wajib melakukan karantina sambil menunggu hasil tes swab keluar. Pekerja yang pulang dari luar negeri, harus karantina di Shelter penampungan kolektif dan melakukan swab test ulang. Setelah hasil swab keluar dan hasilnya negatif, maka mereka bisa pulang ke rumah masing-masing,” ujar Kapten Inf. Misto. “Hari ini lima orang PMI diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, setelah hasil tes-nya negatif,” tambahnya, Senin (30/8/2021).

Pada kesempatan terpisah, Dandim 0803/Madiun Letkol Inf. Edwin Charles menegaskan, hasil tes swab negatif menjadi syarat mutlak untuk PMI bisa bertemu keluarganya.

“Karena harus isolasi lagi, waktunya semakin tertunda untuk bertemu keluarga. Tapi semua ini dilakukan untuk kepentingan kesehatan, jadi harus tetap diikuti,” tegas mantan Komandan Depo Pendidikan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam XVI/Pattimura tersebut.

Lebih lanjut Letkol Inf. Edwin Charles juga menginstruksikan kepada Babinsa di jajaran Kodim 0803/Madiun untuk selalu memberikan himbauan kepada pihak desa agar tidak mengurangi kedisiplinan dalam melaksanakan protokol kesehatan.

“Pelaksanaan PPKM mikro untuk mengantisipasi penularan Covid-19 varian baru juga harus tetap dijalankan. Meski PMI sudah mengikuti beberapa kali tes swab, dikhawatirkan ada pemudik atau pekerja yang pulang melalui jalur lain,” pungkas Dandim Madiun. @Limad