LENSAINDONESIA.COM: Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Dandim 0803/Madiun Letkol Inf. Edwin Charles, menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan tracing atau pelacakan kontak erat pasien Covid-19 di wilayah Madiun. Dalam pelaksanaannya, tracing melibatkan tim gabungan dari TNI-Polri dan Puskesmas, untuk mencapai target rasio tracing 1:15 kontak erat.

Dandim 0803/Madiun Letkol Inf. Edwin Charles mengungkapkan, saat ini rasio tracing bisa mencapai 1:8 atau satu kasus positif bisa ditelusuri pada delapan orang yang telah melakukan kontak erat. Untuk itu, akan kita tingkatkan hingga rasio tracing hingga 1:15.

“Kita gunakan aplikasi yang sama dengan Dinkes (Dinas Kesehatan) yaitu Silacak. Kita terus memonitor baik yang ‘by data’ atau yang lapangan. Kita cek di setiap kelurahan,” ujar Letkol Inf. Edwin Charles.

Ia pun menambahkan, setiap Babinsa atau Babinkabtimas akan melakukan tracing di setiap kelurahan. Dimana teknis alur tracing dimulai dari pendekatan 15 orang kontak erat pertama dan identifikasi, yang kemudian hasilnya dilaporkan melalui aplikasi Silacak dan akan diteruskan ke tingkat kecamatan serta terhubung langsung ke pusat.

Selain itu, mantan Komandan Depo Pendidikan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam XVI/Pattimura itu juga mengimbau masyarakat, apabila merasakan sakit untuk segera melakukan isolasi mandiri atau segera lapor kepada petugas atau Puskesmas terdekat.

“Kita pun mengedukasi agar kontak erat itu mulai melakukan karantina atau isolasi, juga menjalankan prokes. Selanjutnya, kita suplai obat-obatan dan vitamin,” jelas mantan Komandan Depo Pendidikan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam XVI/Pattimura. “Kalau ada warga yang merasakan keluhan sakit, kami minta segera lapor kepada petugas atau ke puskesmas, agar segera mendapat tindakan medis,” tambahnya.

Menindaklanjuti instruksi Dandim 0803/Madiun, Babinsa Koramil 0803-12/Dolopo Serma Agus Rudiyanto, bersama Bhabinkamtibmas dan tim medis Puskesmas, melakukan tracing Covid-19 ke salah satu rumah warga di Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Rabu (1/9/2021).

Serma Agus Rudiyanto mengaku, pelaksanaan tracing terhadap warga binaannya tersebut adalah sebagai upaya tindak lanjut pemeriksaan (testing) yang dilakukan kepada warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Tracing, kami lakukan sebagai upaya mendeteksi interaksi warga yang terkonfirmasi Covid-19, agar dapat cepat dilakukan pencegahan dan penanganan. Sehingga virus Corona tidak menyebar luas,” ujar Serma Agus Rudiyanto.

Tak hanya itu, ia pun menghimbau agar warga senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, rajin mencuci tangan dan disiplin menjaga jarak memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Desa Dolopo. @Limad