LENSAINDONESIA.COM: Jamu Akar Dewa asal Ponorogo yang dikabarkan bisa mencegah Covid-19 karena diklaim bisa meningkatkan imun pernah diterpa isu tak sedap. Pada tahun 2012, jamu tersebut dikabarkan mengandung bahan kimia dan obat (BKO).

Namun isu miring tersebut terbantahkan, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengakui jika Jamu Akar Dewa tak mengandung BKO.

Pewaris Jamu Akar Dewa, Jonsun Wakum menceritakan, sekitar 2010, banyak pihak tidak bertanggungjawab memalsukan produk tersebut. Bahkan tidak sedikit dari produk palsu yang mengatasnamakan Jamu Akar Dewa itu dicampuri bahan kimia.

“Jadi ketika BPOM mengumumkan Jamu Akar Dewa ada bahan kimianya, itu sebenarnya produk yang dipalsukan orang. Kami justru yang dirugikan,” ujarnya kepada Lensa Indonesia, Selasa (7/9/2021) sore.

Merasa tidak pernah memproduksi jamu dengan campuran bahan kimia, Jonsun pun mengajukan gugatan ke pengadilan. Di pengadilan dinyatakan Jamu Akar Dewa yang diproduksi keluarganya tidak mengandung bahan kimia dan aman untuk dikonsumsi.

“Masuk pengadilan akhirnya tidak terbukti Jamu Akar Dewa ada BKO (bahan kimia obat),” tambahnya.

Untuk diketahui, jamu herbal yang diproduksi turun-temurun tersebut sebenarnya pernah menjadi buruan masyarakat, tepatnya di rentang tahun 2000 hingga 2010-an. Tidak saja menjadi buruan masyarakat Indonesia, Jamu Akar Dewa bahkan pernah diekspor hingga ke India.

Jamu yang herbal yang terbuat dari bahan rempah-rempah seperti jahe, jinten, hitam, temulawak, secang dan daun sambiloto itu, telah mengantongi izin edar dari BPOM dengan nomor TR. No. 173604061, yang diperbarui dalam kurun waktu lima tahun satu kali.

Dari ramuan rempah khas Indonesia itu, Jamu Akar Dewa berkhasiat melancarkan peredaran darah, melancarkan pencernaan, mencegah diabetes, menjaga kadar gula, mengatasi hipertensi, mengobati radang, melawan infeksi, dan manfaat lainnya.

Bahkan, Jamu Akar Dewa disebut efektif untuk melawan Covid-19 karena berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh. @adv