LENSAINDONESIA.COM: Masih terus bergulirnya wacana mendorong Presiden Jokowi untuk maju Pilpres 3 periode, membuat elite Jokowi Centre angkat bicara bernada memperingatkan.

“Perlu kita cermati bersama bahwa sebagai negara hukum kita harus taat kepada konstitusi dan memastikan konstitusi dilaksanakan secara benar dan sungguh-sungguh,” kata Sekjen Jokowi Centre, Imanta Ginting dalam keterangannya tertulis, Rabu (8/9/2021).

“Perihal masa jabatan Presiden tentu sudah jelas diatur dalam Pasal 7 Undangan Undang Dasar kita. Jadi, mari kita berpegang teguh dan berpijak pada UUD tersebut,” imbuh Imanta, menanggapi wacana yang meruyak dengan berbagai alasan dan motivasi itu.

Sekjen Jokowi Centre, Imanta Ginting saat di mimbar sebuah acara, bersama Ketua Umum Jokowi Centre Anwar Fuady (jaket hitam). @foto

Dia mengingatkan, hendaknya semua pihak menyukuri Indonesia memiliki pemimpin Presiden Jokowi yang mampu membawa bangsa terus berbenah menjadi negara maju, meski dunia dilanda krisis global menghadapi pandemi Covid-19.

“Sebagai warga negara, tentu kita bersyukur memiliki Bapak Presiden Jokowi sebagai pemimpin bangsa ini, baik sebagai kepala negara maupun kepala pemerintah. Sebagaimana perjalanan bangsa ini dalam kepemimpinan beliau, bangsa kita terus berbenah dan melaju dalam jalan menuju negara maju dan kuat, walau sekali pun dalam situasi Pandemi COVID-19 sepertinya saat ini,” tegas Imanta.

Sekjen Jokowi Centre ini juga mengingatkan, perlunya berkaca pada negara Guinea yang presidennya baru-baru ini dikudeta, akibat mengamendemen masa jabatan.

“Kita tidak berpikiran negatif.  Tapi, politik itu dinamis dan bisa reaktif dengan berbagai kemungkinan yang tidak terprediksi. Seharusnya, kita fokus mendukung dan menyukseskan kepemimpinan Presiden Jokowi untuk priode ke-2 ini,” kata Imanta.

“Sebagai suatu bangsa yang besar, maka wajib hukumnya untuk taat pada konstitusi sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga, pembangunan bisa berjalan dengan baik dan benar,” imbuhnya.

Situasi pandemi yang tidak menentu saat ini, menurut dia, jangan sampai diarahkan ke politik-politik kontraproduktif  yang tidak menguntungkan perjalanan Indonesia menuju sebagai negara maju.

“Situasi  pandemi begini, jangan kita jadikan alasan untuk melanggar. Tapi, justru menjadi momen yang tepat bagi calon pemimpin bangsa ini untuk mengasah diri dan mengenali karakter dan kebutuhan bangsa kita sesungguhnya dalam menapak jalan menuju Indonesia sebagai negara maju,” pungkasnya. @licom_09