LENSAINDONESIA.COM: Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kogabwilhan II turun drastis hingga mencapai angka 38,3 persen. Artinya RSL tersebut sudah longgar merawat pasien yang terpapar Covid-19 dan hanya menyisakan 157 pasien.

Penanggungjawab RSL Kogabwilhan II Laksamana Pertama dr Ahmad Samsulhadi mengatakan, dari 157 pasien yang dirawat, rinciannya delapan pasien umum atau mandiri. Sisanya 149 pasien dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Hongkong, Brunei, Malaysia, Singapura dan Taiwan.

“Angka BOR sekarang 38,3 persen dari kapasitas bed 410. Jadi yang terhuni sekarang 157 bed. Pernah BOR tertinggi pada bulan Juni, sebesar hampir 98 persen,” terangnya, Rabu (8/9/2021).

Kendati demikian, pihaknya tetap waspada dengan adanya varian baru Covid-19 yang dibawa PMI. Sebab, pihaknya menemukan nilai CT Value 1,8 pada satu pasien setelah dirawat 12 hari disana. Beberapa pasien PMI yang sudah 10 hari dirawat, juga ditemukan nilai CT Valuenya masih dibawah 15.

“Ini fenomena baru dan masih kita tindak lanjuti. Karena fenomena yang aneh, saya sudah meminta dr Fauqa untuk menindaklanjutinya,” ungkapnya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk saling menjaga dan mawas diri terhadap sebaran Covid-19. Mengingat, akhir tahun 2020 sebarannya sempat landai. Namun awal 2021 pada Januari-Februari justru  merebak luas.

Kemudian sempat melandai lagi hingga Mei, namun sebaran Covid-19 varian Delta meledak pada Juni dan Juli. “Kita tidak boleh lengah. Covid ibarat siluman. Juni kita sempat mendapati inden pasien reguler sebanyak 233 orang dalam satu hari. Masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan 6M dan semua pemangku kepentingan juga tetap menjalankan 3T, hingga nantinya pandemi dinyatakan selesai oleh pemerintah,” pungkasnya. @wendy