LENSAINDONESIA.COM: Polres Madiun (Polres) Kota menggelar Konferensi Pers terkait hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021 di Mapolres Madiun Kota, Senin (13/9/2021) pagi. Sebagai informasi, Polres Madiun Kota telah melaksanakan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021 sejak bulan Juli lalu, hingga September 2021 ini.

Pada gelaran operasi tersebut, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil mengamankan kurang lebih 15 tersangka penyalahgunaan narkotika, yakni BC (31), AT (36), SBP (24), MS (20). AN (30), NB (37). CTW (36), L (28), BM (21), YH (37), DK (29), UA (33), CM (35), AW (35) dan RWH (26). Selain itu, berhasil juga diamankan sejumlah barang bukti, antara lain sabu-sabu seberat 102,59 gram, ganja seberat 583,12 gram, dan obat keras sebanyak 50 butir.

Dalam keterangannya, Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengungkapkan, tujuh dari 15 tersangka merupakan narapidana (napi) yang masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Madiun.

“Pengungkapan dari Lapas, terdapat tujuh tersangka yang ada disana, dimana dari hasil pengembangan itulah ada pengungkapan-pengungkapan yang lain,” ujar AKBP Dewa. “Untuk pasal yang dilanggar adalah kepemilikan narkoba, yaitu pasal 114 ayat 2 UU RI No.35/2009 tentang Narkotika,” tambahnya.

Menurut AKBP Dewa, dengan terungkapnya jaringan peredaran narkoba dari dalam Lapas, membuktikan bahwa masih banyak narkoba yang beredar di masyarakat. Terdapat dugaan bahwa pengendalian obat terlarang itu dari dalam tahanan, dan ada operator yang berada di luar untuk melakukan pengiriman ke Lapas.

“Mereka berstatus ada yang pengguna, kurir dan pengedar. Termasuk juga tujuh orang napi di Lapas juga seperti itu. Ada pengguna dan pengedarnya mungkin dari dalam. Karena ini pengendalian mungkin ada operatornya dari luar yang mengirim ke lapas,” jelasnya

Kapolres Madiun Kota itu juga menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan interogasi yang telah dilakukan, pihaknya akan bekerjasama dengan Lapas untuk mengungkap dan mencegah berkembangnya jaringan peredaran narkoba.

“Saat ini kita terus menjalin koordinasi dengan pihak Lapas kelas 1 dan kelas 2 di Madiun serta bersama-sama kita mencegah dan mengungkap peredaran narkoba di Kota Pendekar,” ucap orang nomor satu di jajaran Polres Madiun Kota tersebut. “Kasus keterlibatan Oknum itu menjadi kewenangan dari Lapas untuk mengungkap, tapi kita juga melakukan penyelidikan apakah ada keterlibatan. Untuk sejauh ini kita mendapat informasi dari rekan-rekan di Lapas Madiun,” ungkapnya lebih lanjut.

AKBP Dewa Putu Eka Darmawan pun berharap, masyarakat untuk berani menyampaikan atau menginformasikan, apabila ada orang-orang yang terindikasi menjadi pengedar ataupun pengguna narkoba. Tujuan utamanya adalah supaya masyarakat, terutama generasi muda Indonesia terbebas dari ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan dirinya sendiri dan bangsa ini.

“Jangan sampai generasi penerus bangsa ini hancur gara-gara narkoba,” pungkasnya. @Limad