LENSAINDONESIA.COM: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan Tim Fasilitasi Program Rumah Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) Sumatera Selatan bersinergi pada pemanfaatan teknologi rumah metode cetak one day one home (DynaHome).

Hadirnya inovasi dan solusi DynaHome ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam pembangunan rumah massal.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Penggunaan Teknologi Rumah Monolitik dilakukan Direktur Marketing dan Supply Chain SIG, Adi Munandir dan Ketua Tim Fasilitasi BP2BT dan Green Housing Sumatera Selatan, J Riantony. Event itu juga disaksikan oleh Direktur Jendral Pembiayaan Infrasturktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Herry Trisaputra Zuna.

Direktur Marketing dan Supply Chain SIG, Adi Munandir menyatakan, inovasi dan solusi DynaHome itu akan digunakan untuk Program Percepatan Pembangunan Perumahan di Sumatera Selatan.

“Solusi ini menawarkan penyelesaian pembangunan rumah dengan waktu singkat dan biaya efisien tanpa mengurangi kualitas dari bangunan itu sendiri,” ungkap Adi dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Senin (23/09/2021).

Adi menambahkan, MoU ini kian memantapkan komitmen SIG sebagai perusahaan berwawasan masa depan yang memberi nilai tambah kepada masyarakat dan lingkungan.

“Kami berharap kerja sama ini mampu menjadi salah satu solusi dari SIG untuk pemenuhan target pembangunan rumah bagi masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Fasilitasi Program Rumah BP2BT dan Green Housing Sumatera Selatan, J Riantony menjelaskan, kerjasama ini sebagai upaya memfasilitasi masyarakat guna mendapatkan rumah dengan harga terjangkau.

“Mudah-mudahan kerjasama ini bisa dapat diwujudkan terutama di Sumatera Selatan sebagai pilot project,” terangnya.

Selanjutnya, pihaknya akan mengkolaborasikan rumah DynaHome dengan Solar Cell, Septic tank komunal terintegrasi dengan rumah green housing yang telah dijajaki dan dalam proses sertifikasi.

Direktur Jendral Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Herry Trisaputra Zuna juga menyambut baik MoU tersebut. Menurutnya melalui teknologi konstruksi DynaHome bisa menghasilkan rumah dengan biaya efisien dan terjangkau.

Diharapkan dalam perjalanan kolaborasi ini, muncul inovasi-inovasi lain yang bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat khususnya kaum milenial.

“Dari 270 juta masyarakat Indonesia, 26% diantaranya kaum milenial yang mulai memikirkan untuk memiliki rumah. Teknologi konstruksi DynaHome ini memberi solusi pada tantangan yang dihadapi para pelanggan dan pemangku kepentingan untuk pemenuhan kebutuhan perumahan. SIG sebagai penyedia solusi bahan bangunan mendukung sustainable living dengan menghadirkan solusi-solusi produk yang ramah lingkungan,” pungkas Herry.@Rel-Licom