LENSAINDONESIA.COM: Kebakaran melanda Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas I Tangerang, yang menewaskan 46 warga binaan, menjadi pelajaran bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rutan (Rumah Tahanan) di Indonesia.

Pengamanan Lapas atau Rutan merupakan  bentuk kegiatan unsur Lapas dalam rangka melakukan deteksi dini, pencegahan, penindakan dan pemulihan terhadap setiap gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Over kapasitas  penghuni Lapas pemicu salah- satu dampak terkait pemenuhan hak warga binaan. Praktis, juga bisa mempengaruhi ketahanan pengamanan di Lapas maupun Rutan di Jawa Barat.

Menyikapi itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat Sudjonggo menegaskan, bukan saja over kapasitas berdampak kejadian kebakaran di Lapas Tangerang. Menurutnya, ada faktor-faktor lain, seperti instalasi listrik yang kurang rapih, peralatan  aparartnya  yang kurang,, juga petugas dan Napi yang ceroboh.

“Gedung Lapas dan rumah tahanan yang bangunannya sudah  rapuh akibat usia, dan kurangnya perawatan juga bisa berdampak,” kata Sudjonggo, Selasa (14/9/2021).

Menyikapi kebakaran Lapas Tanggerang , diakuia Sidjonggo, langkah-langkah atau ikhtiar yang diambil  Kemenkumham Jawa Barat, mempersiapkan sesuai arahan pimpinan sebelum kejadian dan pasca kejadian.

“Salah satu contohnya, pimpinan selalu menyampaikan bahwa deteksi dini bencana kebakaran. Segera saya perintahkan unit pelaksana teknis Pemasyarakatan yang ada, untuk melaksanakan apa yang  diperintahkan Bapak Menteri melalui Pak Sekjen dan Pak Dirjenpas,” ungkapnya.

Peintah itu, lanjut dia, untuk memeriksa kembali kamar-kamar, jumlah hunian, dan memeriksa kembali bangunan-bangunan. “ Kemudian, melakukan maintenance untuk memaksimalkan upaya pencegahan. Jangan sampai terjadi kembali kebakaran di Lapas. papar Sudjonggo.

Selain itu, Sdjonggo juga melakukan kerjasama dengan stakeholder seperti PLN dan Damkar, dan penilaian kelayakan bangunan terus kami lakukan.

Lapas di Jawa Barat ada 33 Lapas dan Rutan. Jumlah penghuni, total 22.844 warga binaan, dan 3.026 petugas secara keseluruhhannya.

“Walaupun kondisi demikian, kami tetap bekerja semampunya dengan disiplin. Menjalankan semuanya sesuai SOP. Selain itu, kami  terus melakukan terobosan yang berinovasi,” ucap Sudjonggo.

Dia menghimbau semua UPT berkolaborasi dengan Damkar di wilayah masing masing. “Khususnya melakukan pelatihan pelatihan cara dan antisipasi maupun tindakan dini dalam menangani kebakaran gedung,” ujarnya. @caca