LENSAINDONESIA.COM: Kekosongan jabatan Direksi dan Komisaris PT Petrogas Jatim Utama (PJU) dalam waktu dekat ini akan segera terisi.

Pemprov Jawa Timur sebagai pemilik saham utama di PT PJU berencana akan melakukan tahapan-tahapan penyusunan komisaris dan direksi melalui panitia seleksi (Pansel).

Anggota Komisi C DPRD Jatim Pranaya Yudha Mahardhika menyambut baik rencana Pemprov untuk melakukan re-strukturisasi manajemen di PT PJU.

Hal ini penting karena sudah beberapa tahun ini posisi Direktur hanya diisi Plt (Pelaksana Tugas) dan berdampak pada merosotnya deviden atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diberikan kepada Pemprov Jatim. Sehingga sangat tepat jika Pemprov segera membentuk Pansel agar seluruh prosesnya transparan dan profesional.

“Kita pada dasarnya tidak akan ikut campur terlalu jauh, tapi kami berharap Pemprov Jatim menetapkan Pansel dari akademisi yang menguasai intensifikasi bisnis bidang migas dan energi,” jelas politisi muda asal Fraksi Partai Golkar ini, Senin (13/09/2021).

Menurutnya, Pansel ini adalah tonggak awal berkembangnya PT PJU ke depan. Kalau Panselnya saja kurang menguasai bisnis yang akan dikelola PT PJU, maka dikuatirkan menghasilkan manajemen yang kurang qualified. Sehingga dapat memilih orang yang tepat untuk menjalankan usaha BUMD PT PJU. “Maka Panselnya harus objektif dalam melaksanakan rekrutmen manajemen PT PJU,” cetus Yudha.

Dilanjutkan, masukan dari Komisi C ini merupakan upaya menjalankan tugas fungsi DPRD Jatim. Yakni, controlling BUMD yang dididirikan dengan modal dari APBD Jatim. Sehingga manajemen sebuah BUMD output-nya adalah kinerja optimal dan berdampak pada meningkatnya setoran PAD. “Garis besar sudut pandang kami adalah kesanggupan untuk menaikkan setoran PAD secara signifikan,” beber dia.

Pihaknya berharap calon direktur yang lolos seleksi nanti harus memiliki skill manajemen internal yang baik. Serta performa yang meyakinkan Dunia usaha di bidang gas dan energi yang selalu menjadi incaran tak hanya skala nasional tapi juga internasional.

“Jadi, direksi nanti harus punya skill komunikasi eksternal yang baik, karena pasti akan berurusan dengan banyak pihak bahkan asing,” sebut Yudha.

Dengan performa dan komunikasi yang baik, Yudha meyakini PT PJU bakal menjadi perusahaan BUMD yang bisa bersaing dengan perusahaan swasta lainnya. Karena diharapkan selain PAD naik signifikan, juga PJU ke depan mampu mengoptimalkan potensi yang sudah ada.

“Intinya hari ini intensifikasi, bukan ekstensifikasi. Jadi fokus dengan potensi yang sudah ada. Bukan kemudian, belum berhasil mengoptimalkan potensi yang sudah ada malah sudah berpikir mendirikan unit usaha-usaha baru apalagi di luar core business-nya,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, sepanjang tahun 2020 kinerja dan pendapatan PT Petrogas Jatim Utama (PJU) terjun bebas. Salah satu penyebabnya adalah kualitas manajamen atau jajaran komisaris dan Direksi di perusahaan yang punya core bisnis pengelolaan hasil gas di Jawa Timur itu kurang profesional.

Dalam laporan PT PJU terungkap bahwa setoran laba bersih di tahun 2019 mencapai Rp 112 miliar dan mampu menyetor PAD (Pendapatan Asli Daerah) Rp 16,5 miliar. Namun pada tahun 2020, laba bersih terjun bebas menjadi Rp 23,5 miliar dan hanya mampu setor PAD Rp 7 miliar saja. PAD tahun 2020 itupun baru disetor akhir Juli 2021.@sarifa