LENSAINDONESIA.COM: Pihak kepolisian sampai saat ini belum melakukan penyelidikan terhadap meninggalnya anggota Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Kota Surabaya Irena Widya Ningrum (25) setelah mengikuti orientasi di Gedung PKK, Jl Tambaksari 11 pada Rabu 8 Setember 2021 lalu.

Terkait kasus ini, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan sempat menyatakan belum ada laporan atas peristiwa meninggalnya perempuan yang juga berstatus sebagai mahasiswa semester 5 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya itu.

“Hingga saat ini kami belum mendapat laporan itu,” ungkap Achmad Yusep saat diwanwancarai lensaindonesia.com, Jumat 10 September 2021.

Meski begitu, ia berjanji akan mendalami setiap informasi yang masuk ke institusinya. “Nanti apapun setiap informasi akan kami dalami. Informasi apapun. Apalagi ada laporan, kami dalami,” tandas Yusep.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Maulana saat dikonfirmasi pada Selasa (14/09/2021) melalui telepon mengenai perkembagan informasi mengenai tindaklanjut dari informasi meninggalnya anggota Linmas Irena Widya Ningrum, ia tidak memberikan jawaban.

Seperti diketahui, Irena Widya Ayu Ningrum seorang anggota Linmas Surabaya, meninggal setelah mengikuti orientasi di Gedung PKK Surabaya Jl Tambaksari 11 pada Rabu 8 Setember 2021. Diduga, ia meninggal akibat kelelahan.

Entah mengapa, korban yang sedang sakit tersebut diwajibkan mengikuti kegiatan orientasi.

Asnika, salah satu tante korban mengatakan, Irena meninggal dunia di RS Soewandhie saat mendapatkan penanganan terkait penyakit lambung yang diderita.

“Meninggalnya Rabu (8/9/2021) sekitar jam 2 pagi. Keponakan saya punya penyakit lambung yang parah,” ungkapnya saat ditemui lensaindonesia.com di rumahnya Jl Darmokali Tugu, Surabaya, Kamis 9 September 2021.

Sebelum dilarikan ke RS Soewandhi, Mahasiswi Untag jurusan Psikologi itu bahkan nyaris tak bisa jalan akibat masa orientasi Linmas yang berat. Diduga penyakitnya kambuh akibat kelelahan luar biasa.

“Jadi separuh badannya itu kaku kayak kayu gitu Mas. Dia (Irena) mau jalan aja gak bisa, harus merangkak. Sampai dia mengeluh gak bisa kencing,” tambahnya.

Informasi yang diterima Lensa Indonesia, korban juga sempat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Jagir. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan jika korban negatif tifus.

Menurut keterangan dokter, sakit yang diderita saat itu adalah kelelahan akut.

Pagi tadi jenazah korban sudah dibawa ke Jombang untuk dimakamkan menggunakan ambulans dari Surabaya.@rofik