LENSAINDONESIA.COM: Para siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Tambakberas Jombang melakukan sujud syukur sebagai rasa haru dan bahagia atas dibukanya kembali ruang kelas sebagai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Sujud syukur ini dilakukan karena semua peserta didik merasakan kangen untuk bertemu dengan bangku dan papan tulis di ruang kelas yang sudah setahun lebih tidak bertemu akibat sekian lama pembelajaran dilakukan secara daring atau online.

Maisya Syafina, salah satu siswi MTsN 3 Jombang menuturkan, dirinya sudah satu tahun lebih tidak mengikuti PTM karena pandemi COVID-19, dan diganti dengan pembelajaran secara daring. Selam itu pula tugas bertumpuk dan tidak efektif.

“Ada banyak hal kendala selama pembelajaran daring misalnya signal internet, tugas-tugas yang menumpuk, dan juga kita tidak bisa memahami pelajaran dengan efektif, karena kita tidak bisa bertemu dengan guru secara langsung,” jelas Syafina siswi kelas IX J MTsN 3, Senin (13/09/2021).

Dengan dimulainya kembali PTM ini, Maisya Syafina mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden RI, Gubernur Jawa Timur, juga Bupati Jombang yang telah berupaya menanggulangi pandemi dan saat ini sudah diperbolehkan kembali pembelajaran diruang kelas.

“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT dan kepada pemerintah yang telah mengizinkan kembali pembelajaran tatap muka ini, dan sebagai rasa syukur, kami bersujud syukur dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Sementara, Kepala Madrasah MTsN 3 Tambakberas Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Mochammad Syuaib menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, Presiden RI, Gubernur, Bupati, dan Kepala Kemenag yang telah mengizinkan kembali pembelajaran tatap muka terbatas tersebut

. “Dan kami berdoa agar Bapak Presiden, Menteri Agama, serta para pejabat semuanya diberikan kekuatan, kesehatan, dan kami juga mendoakan di seluruh Indonesia bisa PTM 100 persen, COVID-19 ini semoga segera hilang dari Indonesia,” tutur Syuaib.

Terkait dengan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan PTM Terbatas, Syuaib menjelaskan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 3000 masker dan face shield bagi para guru dan murid. Termasuk juga 150 (alat) cuci tangan, dan juga hand sanitizer.

“Insya Allah, di madrasah kami mengacu aturan yang berlaku, 5M 2D,” bebernya.

Terkait penjadwalan dan atau pengaturan waktu belajar di sekolah, sesuai hasil keputusan rapat serta mengacu pada regulasi yang berlaku, pihaknya menetapkan pelaksanaan PTM Terbatas ini menjadi 2 shift.

“Untuk shift pertama jam 07.00 sampai jam 09.00 WIB, sementara shift kedua jam 09.30 sampai 12.00 WIB,” terangnya.

Syuaib juga mengingatkan supaya para guru dan siswa-siswi madrasah tetap menerapkan protokol kesehatan memakai masker dan sering mencuci tangan sebagaimana yang diatur dalam upaya penanggulangan pandemi COVID-19.

“Tetap patuhi protokol kesehatan, pakai masker dan sering cuci tangan juga jaga jarak,” pungkasnya.@Obi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun