LENSAINDONESIA.COM: PT Pertamina Fuel Terminal Madiun memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Yayasan Ar Razzaq berupa Pelatihan Batik Ecoprint untuk anak-anak penyandang disabilitas binaan Yayasan Ar Razzaq yang berlokasi di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Rabu (15/9/2021).

Sebagai sebuah bentuk apresiasi, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun Penta Lianawati Ahmad Dawami menghadiri langsung kegiatan pelatihan tersebut. Istri orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten Madiun itu menyapa hangat anak-anak penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan membatik.

Ia pun berharap, anak-anak tersebut selalu bersemangat dalam belajar. Terlebih, belajar membatik sangat membutuhkan ketekunan dan ketelitian, agar menciptakan batik yang memiliki ciri khas tersendiri.

“Belajar batik itu tidak cukup sekali dua kali, harus berkelanjutan karena coraknya akan membawa kekhasan. Seperti yang sudah dilakukan anak-anak disabilitas Panti Asuhan Asih, batik yang mereka ciptakan sudah dipatenkan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Yayasan Ar Razzaq juga meluncurkan Program Batik Ramli (Ramah Lingkungan), yang merupakan hasil karya anak-anak disabilitas binaannya.

Sebagai informasi, Batik Ramli tersebut dihasilkan dengan menggunakan teknik Ecoprint. Batik Ecoprint ini adalah batik yang dihasilkan dengan teknik menjiplak dedaunan, kemudian merebusnya terlebih dahulu, untuk dapat menghasilkan corak yang alami pada kain.

Kepala Healty, Safety, Security dan Environmental PT Pertamina Fuel Terminal Madiun Faisal Yanuar Adiba mengungkapkan dukungannya terhadap program batik Ramli tersebut. Dukungan ini adalah sebagai wujud kepedulian PT Pertamina Fuel Terminal Madiun, terhadap kelangsungan hidup ekosistem pada lingkungan sekitar.

Ia pun menjelaskan, program ini juga untuk memberikan keterampilan lebih kepada anak-anak disabilitas, sebagai modal ilmu ketika tidak lagi menempuh pendidikan di Yayasan Ar Razzaq.

“Batik Ramli ini bisa mendukung keberlangsungan dari teman-teman disabilitas supaya keluar dari sekolah ini bisa berkreasi. Dan mengenakan bahwa batik Ecoprint Ramli ini tidak mengeluarkan limbah apapun, karena batik ini dari bahan-bahan alami,” ujar Faisal.

Untuk diketahui, selain pelatihan, CSR yang disalurkan oleh PT Pertamina Fuel Terminal Madiun tersebut juga berupa sarana dan prasarana penunjang pembuatan Batik Ramli, 80 tanaman untuk bahan utama membuat batik, dan fasilitas ipal (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

Sementara itu, Ketua Yayasan Ar Razzaq Siti Riyadhul Badiah mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian PT Pertamina Fuel Terminal Madiun terhadap kelangsungan program Batik Ramli ini.

“Kami menyampaikan terimakasih dan bangga, bahwasanya tempat kami mendapatkan CSR dari PT Pertamina. Dan ini menjadi tempat kami untuk melatih anak-anak disabilitas,” ucap Siti. @Limad