LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhirnya mengisi kekosongan kursi jabatan eselon II (dua) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim.

Penetapan akhir nama-nama pejabat yang berhasil menduduki kursi nomor satu di OPD Pemprov ini merupakan hasil seleksi lelang jabatan yang digelar sejak awal Agustus 2021 lalu lewat panitia seleksi (Pansel).

Ada 16 kepala OPD baru yang dilantik oleh Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya Rabu (15/09/2021). Pelantikan para pejabat eselon II ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 821.2/3583/204/2021 Tentang Pengangkatan Dalam Jabatan.

Khofifah mengatakan pejabat yang dilantik hari ini harusnya hanya 16 orang, namun ada tambahan 1 orang sehingga jumlahnya menjadi 17 orang. Ini karena Kepala BPBD Jatim Budi Santoso yang telah ditetapkan dalam pelantikan sebelumnya, baru ikut dilantik. Budi tidak ikut pelantikan pada beberapa waktu lalu karena sedang isolasi mandiri.

Khofifah berpesan agar mereka langsung tancap gas dalam bekerja demi memajukan Jawa Timur.

“Kita semua hadir tentu ingin memberikan semangat, ingin memberikan dukungan mereka yang baru saja dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan, mudah-mudahan semuanya dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan semua dalam keadaan sehat selamat dan sukses,” ujar orang nomor satu di Jatim ini.

Khofifah juga mengungkapkan sebanyak 16 pejabat yang dilantik ini kebanyakan merupakan eselon 3 yang lolos open bidding atau seleksi terbuka. Mereka menduduki jabatan kepala dinas di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sempat kosong dan diisi Pelaksana tugas (Plt). Kini, para pejabat menempati posisi sebagai eselon IIA hingga IIB.

“Posisi sekarang adalah posisi sebagai policy maker. Tanggung jawabnya juga berbeda ketika di eselon 3 dan eselon 2,” imbuh Khofifah.

Di kesempatan ini, Khofifah ingin sebelum Surat Perintah Melaksanakan Tugas atau SPMT turun, para pejabat bisa mendapatkan wawasan baru yang lebih komprehensif tentang tugas dan tanggungjawab ketika menjadi eselon II.

Untuk itu, Khofifah ingin mengundang sejumlah narasumber dari BPK, BPKP hingga KPK untuk memberikan wawasan terkait akuntabilitas kinerja hingga keuangan.

“Semua akan memberikan referensi kepada kita semua untuk menjaga kehati-hatian, tetapi tetap CETTAR. Pada posisi seperti ini narasumber dari KPK, BPK, BPKP menjadi penting demi akuntabilitas kinerja,” tegas dia.

Tak hanya itu, Khofifah juga meminta para kepala OPD menyiapkan super tim. Hal ini agar kinerjanya lebih optimal.

“Saya ingin saudara-saudara bisa menyiapkan super tim. Tentu kepala dinas atau Kepala Biro membutuhkan sekretaris dinas dan sebagainya tugas dan fungsi saudara sesuai tupoksinya,” imbuhnya.

“Proses ini akan menjadi bagian dari tapakan kita semua untuk bersama bergandengan tangan memajukan provinsi Jatim menjadi provinsi terdepan di Indonesia. Ini bukan utopis, bukan sesuatu yang bombastis. Bahwa ini adalah sesuatu yang Insya Allah dengan kompetensi kita semua, ikhtiar kita semua, kerja keras kita semua Insya Allah bisa kita wujudkan,” pungkasnya.@sarifa/adv

Berikut daftar nama 16 pejabat eselon II yang baru dilantik:

1. Erwin Astha Triyono dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan

2. Indyah Aryani sebagai Kepala Dinas Peternakan

3. Muhammad Isa Anshori sebagai Kepala Dinas PU Sumber Daya Air

4. Eddy Tambeng Widjaja sebagai Kepala PU Bina Marga

5. Heru Wahono Santoso sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

6. Imam Hidayat sebagai Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jatim di Jember

7. Eddy Supriyanto sebagai Kepala Bakorwil Madiun

8. Ir Sigit Panoentoen sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekdaprov Jatim

9. Moh Ali Kuncoro sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekdaprov Jatim

10. Ramliyanto sebagai Kepala Biro Organisasi Sekdaprov Jatim

11. Endy Alim Abdi Nusa sebagai Kepala Biro Pengadaan/Jasa Sekdaprov Jatim

12. Iwan sebagai Kepala Biro Perekonomian Sekdaprov Jatim

13. Widodo Budi Prasetyo sebagai Wakil Direktur Pelayanan Penunjang RSUD Dr Saiful Anwar

14. Abdul Rohim sebagai Wakil Direktur Penunjang Pendidikan dan Penelitian RSUD Dr Soetomo

15. Muhammad Rizal sebagai Direktur RSUD Karsa Husada Batu

16. Budi Sarwoto Kepala Bakorwil Malang