LENSAINDONESIA.COM: Di tengah pandemi Covid-19, PT Darmi Bersaudara, Tbk, perusahaan ekspor kayu mencatatkan kinerja postif selama 2020 hingga Agustus 2021.

Direktur PT Darmi Bersaudara, Nanang Sumartono, pada kondisi tersebut, Darmi Bersaudara menyatakan pihaknya optimistis mampu meraih target penjualan dengan pertumbuhan optimal.

“Kami meyakini, target postur penjualan akan tetap bertumbuh pada akhir 2021,” tutur Nanang saat jumpa pers secara virtual. Kamis (16/09/21).

Ia menegaskan, pihaknya optimis mampu membukukan laba bersih Rp 1,239 miliar hingga akhir tahun nanti,” ujar Nanang.

Sementara itu, untuk prospek di 2022, Nanang mengungkapkan, perseroan memproyeksikan kenaikan penjualan Rp 114,66 miliar.

“Keyakinan tersebut ditinjau dari beberapa keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 oleh Pemerintah Indonesia. Mengingat akses pasar ekspor ke India dan Nepal melalui pelabuhan mulai terbuka kembali,” ungkapnya.

India merupakan salah satu negara tujuan ekspor terbesar bagi perseroan yang mampu menyumbang hampir 90 persen.

“Sepanjang 2020 perseroan masih mengirim 448 kontainer atau 9.881,52 m3 senilai Rp 64,06 miliar di India dan Nepal,” lanjutnya.

Akhir 2020, KAYU usung laba bersih Rp 379 juta

Untuk pasar domestik memegang porsi 10 persen dan berkontribusi 5.149,03 m3 atau senilai Rp 10,02 miliar.

“Kami sebagai emiten semaksimal mungkin mencari jalan keluar di tengah pandemi untuk tetap bertahan,” paparnya.

Di akhir 2020 kemarin KAYU hanya menutup laba bersih di angka Rp 379 juta, namun perseroan masih mampu menunjukkan kinerja positif dengan membukukan laba tersebut.

“Bahkan hingga akhir Agustus 2021, penjualan ekspor Darmi Bersaudara mencapai 44 kontainer atau setara 819.35 m3 atau senilai Rp 4,3 miliar (USD 306.277),” ucap Nanang.

Dalam kondisi tersebut mengindikasikan perseroan masih mampu membukukan profil sebagaimana di 2020 lalu.

Menurut Nanang, tahun 2020 merupakan tahun penuh gejolak. Namun angka penjualan perseroan masih tumbuh 69,28 persen dari angka year to year dibandingkan 2019 lalu.

“Bahkan, jumlah aset 2020 mampu tumbuh 4,44 persen. Sementara jumlah ekuitas naik tipis dari tahun sebelumnya,” terangnya.

Oktober 2020 perseroan bukukan 73,52 persen di tengah pandemi

Sebab pandemi Covid-19 pula, perseroan terpaksa menahan target ekspansi ekspor menuju Cina, Korea Selatan dan Australia yang telah direncanakan tahun 2019 silam.

Pada 2020 kemarin sendiri, pihaknya melakukan berbagai manuver agar perseroan mampu bertahan. Seperti melakukan penundaan aksi korporasi perseroan yalni hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue pada Februari.

Di bulan Oktober 2020 perseroan berhasil membukukan pertumbuhan penjualan Year on Year (YoY) sebesar 73,52 persen.

Kemudian di November 2020 bursa juga menyematkan status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada PT Darmi Bersaudara.

“Melihat berbagai keberhasilan tersebut, kami mempersiapkan strategi untuk tetap tumbuh dan bertahan dengan memulihkan pasar ekspor secara bertahap. Selain itu, meningkatkan penetrasi langsung ke pasar India,” pungkasnya.@Eld-Lic