LENSAINDONESIA.COM: Berawal dari sepucuk surat digital yang meluncur ke ruang kerja Pemerintah Desa (Pemdes) Sekapuk Ujungpangkah Gresik. Istimewanya, pada kepala surat itu bertuliskan “Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Universitas Airlangga, Sekolah Pascasarjana” yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Suparto Wijoyo, SH, M.Hum selaku Wakil Direktur Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Digitalisasi, dan Internasionalisasi.

Dalam surat tersebut, Profesor Suparto Wijoyo meminta Kades Sekapuk Abdul Halim untuk menjadi narasumber terkait Pengembangan Desa Wisata Dalam Rangka Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa di Desa Sukobendu, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (15/9/2021).

“Kades Sekapuk Abdul Halim paling mumpuni mengubah lahan pasca tambang menjadi tempat wisata yang indah mempesona. Makanya, saya minta beliau untuk menularkan ilmunya ke masyarakat desa dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga di Desa Sukobendu Mantup Lamongan,” ujar Kang Parto, panggilan akrab Profesor Suparto Wijoyo.

Disinggung tentang Sekapuk dan sosok Kades Abdul Halim, Kang Parto mengungkapkan, Sekapuk adalah cahaya dari Gresik untuk dunia. Ia mengatakan, dengan memiliki Kades yang berintegritas dan visioner, mampu menjadikan Sekapuk mandiri. Menurutnya, Kades Sekapuk Abdul Halim adalah manifestasi sosok yang menerapkan pola kepemimpinan transformatif yang dibutuhkan di abad 21.

“Gresik dengan Bupati muda Gus Yani dan kades muda seperti Cak Halim adalah energi untuk lebih baik, asal Istiqomah dan dikawal teman media yang selalu kritis. Semangat dan salam Kabeh yo,” ucap Kang Parto penuh semangat.

Sementara itu, Abdul Halim menyampaikan rasa syukurnya, bisa berbagi kisah dan semangat kebangkitan membangun wisata desa untuk untuk membangun ekonomi kerakyatan.

“Alhamdulillah bisa membersamai Profesor Suparto Wijoyo dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga di Desa Sukobendu Mantup Lamongan,” ujar Abdul Halim. “Terima kasih saya diberikan kepercayaan untuk turut menggali potensi SDM dan SDA untuk wujudkan wisata desa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kades yang berjuluk Ki Begawan Setigi ini mengatakan, pihaknya sangat bersyukur, banyak desa yang termotivasi untuk menjadi Desa Miliarder. Lebih bersyukur lagi, Desa Sekapuk juga menjadi percontohan untuk semuanya, khususnya dalam kebangkitan ekonomi di masa Pandemi Covid-19.

“Termasuk hari ini, kita bisa mendatangi undangan untuk diskusi dan silaturrahmi penanganan pascatambang untuk dijadikan wisata. Semoga semangat yang sama bisa memberikan manfaat ke depannya buat sesama,” tandas Abdul Halim. “Bangun Desa sama dengan Bangun Bangsa,” pungkas Kades yang kini tengah konsentrasi membangun wisata kedua setelah Setigi, yakni Agrowisata Kebun Pak Inggih (KPI) tersebut. (dik)