LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Madiun Maidi mempunyai cara yang unik nan jitu agar tetap dekat dengan warganya. Cangkrukan bareng warga, itulah yang dilakukannya untuk mengetahui dan memahami aspirasi, serta permasalahan yang ada di tengah masyarakat Kota Madiun.

Maidi berencana untuk menggelar agenda ‘cangkrukan’ ini di semua kelurahan yang ada di Kota Madiun secara bergiliran. Setelah beberapa waktu lalu, digelar di Kelurahan Pandean, Taman, dan Mojorejo, kini warga Kelurahan Kejuron mendapat giliran untuk cangkruk bareng bersama orang nomor satu di pemerintahan Kota Madiun itu, Jumat (17/9/2021) malam.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Maidi tampak santai namun bijak dalam menanggapi keluhan dan saran warga keluarga Kejuron. Bahkan, ia memberikan apresiasi terhadap antusias masyarakat Kelurahan Kejurom dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, ini merupakan bukti dari bentuk kepedulian terhadap perkembangan lingkungan, yang akan mendongkrak kemajuan kota Madiun.

“Masyarakat Kejuron itu antisipasi untuk kemajuan lingkungannya sangat luar biasa. Buktinya, saya pulangkan jam 10 malam (22.00), mereka masih sehat, masih luar biasa, itu berarti kepedulian lingkungannya sangat luar biasa,” ujar Maidi.

Maidi mengaku selalu menampung semua aspirasi dan keluh kesah masyarakat pada setiap agenda cangkrukan yang digelarnya. Kemudian, ia berusaha untuk secara langsung mencarikan solusi yang tepat.

“Dengan cangkrukan ini kita bisa mendengar keluhan dan masukan masyarakat secara langsung, jadi pembangunan bisa tepat sasaran. Karena sesuai keinginan masyarakat,” tegas orang nomor satu di jajaran Pemkot Madiun itu.

Maidi pun mengungkapkan, Kelurahan Kejuron ini merupakan salah satu wilayah di Kota Madiun yang potensi kemajuan masyarakatnya cukup tinggi.

“Kejuron itu menuju keindahan, karena punya Gulun. Di situ peredaran uang cukup besar. Hampir lebih 20 juta sehari, kalau setahun sudah berapa itu. Disinilah pemerintah hadir untuk membenahi semua. Fasilitas umum akan segera kita benahi agar menunjang geliat ekonomi tersebut. Sehingga mampu menjadi multi player effect yang tinggi antara pemerintah dan masyarakat,” terangnya.

Ia juga meyakini, jurus cangkrukan semacam ini bisa menjadi awal terciptanya birokrasi yang transparan, tanpa ada ketakutan dari warga dalam menyampaikan aspirasinya.

“Kalau dalam cangkrukan, ngomong dan ngombe bareng loss. Beda kalau di agenda rapat dinas yang terbatas, jadi takut menyampaikan uneg-uneg. Kalau seperti itu malah berat, pembangunan tidak akan sampai di tujuan,” pungkas Maidi.

Hal senada disampaikan Camat Taman H. Wahyudi, yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, cangkrukan adalah cara paling efektif dan sesuai dengan visi misi Wali Kota Madiun.

“Saya kira sangat efektif, sesuai program Panca Karya Wali Kota Madiun. Sesuai visi dan misi agar keluhan dan masukan warga bisa langsung ditampung,” ujar Wahyudi.

Selain berdiskusi, sebagai upaya Pemerintah kota Madiun dalam memasifkan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan guna memerangi penyebaran Covid-19, dalam gelaran ‘cangkrukan’ tersebut disediakan fasilitas vaksinasi covid-19 untuk warga. Tak hanya itu, dilengkapi juga pelayanan tes antigen gratis, serta pembagian masker gratis untuk warga.

“Malam ini kami sediakan 100 dosis vaksin Astrazeneca. Tapi ini hanya 60 yang bisa kami salurkan, karena tadi sebagian mundur, disebabkan kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk divaksin,” ungkap Kepala Puskesmas Banjarejo dr. Ulfa Kusuma Dewi. @Limad/adv