LENSAINDONESIA.COM: Relawan pendamping masyarakat masih menemukan sejumlah warga kurang mampu di Surabaya yang hingga bulan ini masih belum menerima bantuan dari pemerintah.

Warga berstatus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tersebut belum mendapat bantuan karena minimnya informasi yang mereka terima.

Diana, relawan pendamping masyarakat mengatakan, para warga tersebut belum menerima bantuan meski sudah masuk pendataan Pemerintah Kota Surabaya dengan status MBR dan termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Diana memberikan beberapa contoh kasus lengkap dengan foto kondisi rumah serta statusnya bantuannya yang dapat dilihat melalui website https://dinassosial.surabaya.go.id.

“Ada sebagian warga belum mendapat bantuan, kasusnya macam-macam. Ada yang tiba-tiba tidak tergolong MBR. Padahal sebelumnya masuk dan dari pantauan saya tidak berubah kondisi ekonominya,” ungkap Diana dalam keterangan tertulis, Sabtu(18/09/2021).

Diana mencontohkan, beberapa MBR yang belum mendapat bantuan diantaranya adalah Djuwariyah warga Kedung Cowek, Hoiroti warga Bulak Setro Utara dan Kalimah, warga Bulak Rukem Timur.

Dijelaskan Diana, Djuwariyah adalah janda satu anak yang berkerja di gudang kertas dengan penghasilan harian Rp 40.000. Warga Kedung Cowek ini belum menerima bantuan sejak Maret 2021. ” Statusnya di website dinsos tersebut, Djuwariyah tidak terdaftar sebagai MBR namun terdaftar sebagai DTKS,” katanya.

Kemudian Hoiroti yang merupakan seorang penjual jamu sudah tidak mendapat bantuan semenjak Desember 2020. “Ibu Hoiroti ini malah sejak Desember tahun lalu sudah tidak menerima bantuan lagi,” sebutnya.

Sedangkan Kalimah, berstatus MBR dan tergabung dalam DTKS namun tidak mendapat bantuan semenjak bulan Juli 2020. Ibu Kalimah ini terdaftar dua-duanya, tapi tidak mendapat bantuan semenjak Bulan Juli tahun 2020 lalu,” ungkap Diana.

Diana menyampaikan, bahwa para warga tersebut kerap menanyakan kabar bantuan kepada para relawan. Karena itu, ia berharap, Pemerintah Kota Surabaya segera menindaklanjuti temuan ini agar seluruh warga kurang mampu yang sudah masuk daftar segera menedapatkan haknya sebagai penerima bantuan.

“Mereka (warga) terus bertanya. Para pendamping bingung mau jawab apa. Keluhan soal bantuan sudah diajukan, tapi tetap tidak bisa keluar. Meski tidak terlalu besar, bantuan dari pemerintah tersebut dapat menyambung kelangsungan hidup warga ditengah aturan PPKM yang secara tidak langsung memangkas penghasilan mereka.

Mereka sangat butuh (bantuan) itu,” harapnya.

Sebelumnya, dalam siaran pers 15 September 2021, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara memastikan bahwa semua warga MBR sudah mendapat bantuan dari Kementerian Sosial. Meski begitu, masih ada warga Surabaya yang belum masuk data MBR dan menjadi miskin karena terdampak pandemi COVID-19 ini. Warga yang terdampak pandemi ini masih dilakukan verifikasi oleh Dinas Sosial Kota Surabaya untuk dimasukkan ke dalam DTKS Kemensos.

Febri juga meminta masyarakat yang merasa layak menerima bantuan dan belum didata oleh Dinas Sosial, untuk mengusulkan secara mandiri melalui aplikasi https://usulbansos.surabaya.go.id/ atau perangkat daerah seperti RT, RW, Lurah dan Camat setempat.

“Atau ketika ada tetangga yang belum mendapatkan bansos, silakan usulkan melalui aplikasi usul bansos. Kalau tidak bisa lewat aplikasi, datang ke RW, kalau RW-nya masih ruwet, datang ke Lurahnya. Biar langsung masuk datanya ke Dinsos. Kemudian, akan dilakukan survei oleh Dinsos, apakah masuk dalam kategori MBR atau tidak,” jelasnya.@LI-13