LENSAINDONEAIA.COM: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar sambangi Education Park (Edupark) Semen Gresik di Desa Kajar, Rembang sebagai langkah keseriusan mengembangkan objek wisata edukasi tersebut.

Edupark merupakan anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) ini dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mbangun Deso, Desa Kajar, Kabupaten Rembang.

Menteri Adbul Halim mengapresiasi inisiatif Semen Gresik mengembangkan pertanian dan peternakan terintegrasi (integrated farming) yang bisa memperkuat ketahanan pangan hewani.

Bahkan, ia mendorong konsep integrated farming Edupark Semen Gresik guna dikembangkan dengan skala yang lebih besar melalui BUMDes bersama.

“Ini satu model yang diinisiasi dan dikembangkan dengan baik oleh Semen Gresik pabrik Rembang, yang diharapkan bisa dikembangkan di desa lain. Kita akan dorong model ini untuk direplikasi dengan perusahaan lain, baik itu BUMN maupun perusahaan swasta yang posisinya ada di desa-desa,” terang Abdul Halim dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Minggu (19/09/2021).

Edupark Semen Gresik dilengkapi berbagai fasilitas seperti lahan pertanian holtikultura, budidaya sayur mayur dengan menggunakan sistem hidroponik dan pupuk organik, penggemukan sapi, peternakan domba, ayam petelur, burung puyuh, budidaya ikan lele dan jamur tiram serta pembuatan pupuk organik dan biogas dari kotoran hewan.

Kawasan edupark ini menjadi sarana transfer pengetahuan bagi warga desa sekitar perusahaan untuk membangun usaha peternakan dan pertanian.

Program ini diharapkan mampu membangun kemandirian pangan, ekonomi, energi skala kecil di lingkungan desa sekitar. Berikutnya, dari pembelajaran di edupark diharapkan melahirkan satu produk unggulan berbasis potensi lokal yang mampu menunjang kesejahteraan masyarakat sekitar.@Rel-Licom