LENSAINDONESIA.COM: Ketegasan Satgas Covid-19 yang garang dalam menegakkan aturan protokol kesehatan saat menertibkan tempat hiburan, restoran dan PKL saat PPKM, ternyata tak dilakukan terhadap usaha ‘binaan’ Pemkot Surabaya.

Walaupun sama-sama berpotensi menimbulkan kerumunan sehingga rawan muncul cluster Covid-19, namun tempat yang terkait Pemkot Surabaya jauh lebih aman. Salah satu contohnya pujasera alias tempat makan di lantai 1 Dispendukcapil, Siola.

Pantauan Lensa Indonesia di kantin Kantor Dispendukcapil Siola, Senin (20/9/2021) siang, puluhan pengunjung nampak sengaja mengabaikan protokol kesehatan. Bahkan sejumlah oknum PNS tidak menggunakan masker saat datang hendak makan. Sejumlah warga juga tidak jaga jarak dan cangkruk dalam waktu yang lama hingga lebih 1 jam.

Info yang dihimpun, sekitar 12 outlet dalam Pujasera Dispendukcapil kini beroperasional full tanpa batasan pengunjung. Mereka duduk berdempetan seperti sudah lalai saat ini masih wajib mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini bertolak belakang dengan penegakan aturan terhadap restoran, tempat hiburan dan pedagang kaki lima dipinggir jalan. Di ketiga tempat tersebut, Satgas Covid-19 dengan garang melakukan pembubaran, pendataan KTP, swab tes hingga berujung penggembokan tempat usaha.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadispendukcapil) Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji saat dikonfirmasi hal tersebut, enggan memberikan tanggapannya.

Sementara Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto, saat dikonfirmasi melalui sambungan ponsel mengatakan, akan dilakukan kroscek.

“Nek lagi mangan mosok gawe masker (kalau lagi makan masa’ pakai masker). Ok kita cek, terima kasih infonya,” ujarnya.

Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto kepada Lensa Indonesia mengatakan hal senada. “Akan kami cek ke lokasi Mas,” pungkasnya. @wendy