LENSAINDONESIA.COM: Gowes sudah menjadi salah satu agenda rutin Wali Kota Madiun Maidi. Didampingi jajarannya, Maidi pun menjadikan waktu olahraganya tersebut, sekaligus untuk menyapa dan mengunjungi warga Kota Madiun.

Seperti yang tampak pada Kamis (23/09/2021) pagi, dalam rute gowesnya, ia menyempatkan diri untuk menyambangi empat orang lansia ‘ngebrok’ di kelurahan Taman dan Pandean.

Sebagai wujud kepeduliannya terhadap lansia yang sudah tidak bisa melakukan kegiatan apapun, Wali Kota Madiun itu memberikan santunan berupa uang tunai sebesar Rp.2,5 juta per orang tua.

“Hari ini saya berikan bantuan untuk lansia yang benar-benar tidak bisa apa-apa, kita kasih Rp.2,5 juta. Di Madiun ada banyak lansia ‘ngebrok’, 179 orang,”ujarnya. “Jadi, nanti kalau ada CSR lagi, kita utamakan mereka para lansia. Tiap bulan kita kirim sembako ke mereka,” imbuhnya.

Selain itu, Maidi juga berkunjung ke beberapa pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di dua kelurahan tersebut. Salah satunya di rumah produksi kaos Sablon Lana di Jalan Panorama Raya, dan produsen kuliner Bluder Moju di jalan Salak Timur 1.

Menurut orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Madiun tersebut, pelaku UMKM adalah salah satu faktor penting dalam peningkatan geliat ekonomi di masa pandemi covid-19.

Ia mengatakan, semakin banyak UMKM terbentuk, maka setiap kelurahan akan memiliki pusat niaga sendiri jadi bisa memecah terjadinya kerumunan di pusat kota Madiun.

“Hari ini penguatan gas ekonomi artinya Covid-19 kita rem, semua kegiatan ekonomi dari rumah ke rumah saya beri semangat. Segera diproduksi produk-produknya, tentunya di lapak UMKM yang kami sediakan. Kita perhatikan UMKM semua,” tegas Maidi.

Dengan UMKM, mantan Sekretaris Daerah Kota Madiun itu meyakini bahwa pergerakan ekonomi akan berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Karena UMKM mulai gerak, saya datang untuk menyemangati. Kesulitannya apa kita bantu. Insyaallah dengan kondisi itu, kita bisa mencapai level 1, menuju ke zona hijau, luar biasa itu,” pungkas Maidi. @Limad/adv