LENSAINDONESIA.COM: Walikota Malang Drs H Sutiaji meminta agar para juru parkir (Jukir) bisa memberikan pelayanan tertib protokol kesehatan (Prokes).

Permintaan itu disampaikan saat memberikan pembinaan pada para Jukir di Kota Malang di Mini Block Office Balaikota Malang, Sabtu (25/09/2021).

Pembinaan itu diberikan dengan harapan agar wawasan para Jukir bertambah, baik itu terkait pelayanan teknis parkir maupun soal tertib Prokes.

Menurut Sutiaji, tertib Prokes soal 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) itu sangat penting. Alasannya, Jukir itu selalu melakukan kontak dengan banyak orang. Kontak fisik itu, rawan terjadi penyebaran atau penularan COVID-19.

“Jadi perlu waspada dan harus selalu berhati-hati. Pembinaan ini bisa menjadi upaya untuk menumbuhkan kesadaran bagi pengelola jasa parkir termasuk juru parkir. Khususnya dalam memberikan pelayanan yang tertib.
Itu mengingat, Jukir itu bisa membantu dalam banyak hal. Seperti aspek keamanan, ketertiban, dan pembangunan, termasuk mencegah penyebaran COVID-19,” terang Sutiaji.

Dalam aspek pembangunan, diakui, Jukir juga  memberikan kontribusi terhadap PAD. Sebab, retribusi dan pajak parkir merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah untuk membiayai pembangunan di Kota Malang.

Sebagaimana diketahui, lokasi titik parkir di wilayah Kota Malang terbagi menjadi dua jenis, yaitu titik parkir obyek pajak parkir yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang dan titik parkir obyek retribusi parkir yang dikelola Dishub Kota Malang.

Untuk objek retribusi parkir di awal bulan September berjumlah 1.205 titik parkir baik yang aktif maupun tidak aktif, dengan jumlah jukir lebih dari 3.500 orang.

Sementara, pada September ini Dishub Kota Malang telah menyerahkan 404 titik parkir aktif – yang semula dipungut retribusi – ke Bapenda untuk menjadi objek pajak parkir. Itu sesuai dengan Perda Kota Malang nomor 4 tahun 2009 tentang pengelolaan tempat parkir.

Untuk itu, Wali Kota Sutiaji berharap agar jukir di Kota Malang dapat tertib dalam memberikan pelayanan jasa parkir kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat lebih menghargai mereka.

“Jukir yang tertib otomatis bisa memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu ikut mengingatkan warga yang tidak patuhi Prokes,” jelasnya.

Karena itu dia juga meminta masyarakat agar memahami dan mengerti akan tugas juru parkir tersebut. Sehingga semuanya berjalan sesuai dengan harapan.@aji

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun