LENSAINDONESIA.COM: Swab antigen massal kembali di gelar Polres Magetan dalam Operasi Yustisi gabungan bersama TNI, kejaksaan dan Pemkab Magetan. Namun kali ini sasarannya pengunjung tempat-tempat wisata dan warung yang berada di sepanjang jalan tembus Sarangan hingga Cemoro Sewu. Hal itu dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Kabupaten Magetan.

Operasi Yustisi itu di awali dengan himbauan penerapan protokol kesehatan dan pembagian masker kepada warga setempat, maupun warga yang berasal dari luar Magetan. Selain itu, aparat gabungan juga melakukan tes swab antigen massal secara acak. Sedikitnya 10 orang yang berasal dari luar Magetan menjalani tes Swab di tempat. Namun, mereka dinyatakan negatif.

Kasi Humas Polres Magetan AKP Budi Kuncahyo mengatakan, jika Operasi Yustisi tersebut sudah beberapa kali di gelar bersama aparat gabungan. Yakni, TNI, kejaksaan, Dinkes, Dishub dan Satpol PP Pemkab Magetan. Langkah itu dilakukan sebagai upaya preventif atas penyebaran Covid-19. Apalagi, Kabupaten Magetan sebelumnya sempat menduduki level 4. Sehingga, mereka tidak mau lagi kecolongan, meski sekarang status level sudah turun.

“Operasi Yustisi dilakukan secara gabungan dengan anggota TNI, kejaksaan dan Pemkab Magetan. Yaitu, Dinkes, Dishub dan Satpol PP. Kami mobiling dan menghimbau kepada masyarakat agar patuh protokol kesehatan,” ujar dia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, pasien sembuh Covid-19 pada Sabtu (18/9) sebanyak 13 orang. Sedangkan, kasus terkonfirmasi Covid-19 ada 12 orang. Dan, seorang warga dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19  diantaranya warga Kecamatan Bendo 3 orang, warga Kecamatan Karangrejo 1 orang dan warga Kecamatan Kartoharjo 1 orang, warga Kecamatan Kawedanan 2 orang, warga Kecamatan Maospati 2 orang, warga Kecamatan Panekan 4 orang. Sedangkan,  pasien yang dinyatakan terkonfirmasi, warga Kecamatan Barat 1 orang, warga Kecamatan Kawedanan 1 orang, warga Kecamatan Lembeyan 2 orang, warga Kecamatan Magetan 3 orang, warga Kecamatan Maospati 1 orang, warga Kecamatan Nguntoronadi 2 orang, warga Kecamatan Parang 2 orang. Serta seorang warga Kecamatan Sukomoro dinyatakan meninggal.@rd