LENSAINDONESIA.COM: Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen Kota Malang terpilih menjadi salah satu Desa/Kelurahan Cantik (Cinta Statistik) di Indonesia.

Atas perstasi ini, Wali Kota Malang Sutiaji mengingatkan soal penerapan protokol kesehatan (Prokes) di Kelurahan Sukoharjo.

“Alhamdulilah, Kelurahan Sukoharjo terpilih menjadi Kelurahan Cantik. Hal  itu tentunya tak membuat kita terlena sehingga lalai dalam menerapkan Prokes,” kata Sutiaji, Minggu (26/09/2021).

Dijelaskan dia bila pandemi COVID-19 masih belum selesai. Karena itu, masyarakat wajib waspada dan selalu menerapkan Prokes, 5M. Yakni mencuci tangan, maka masker  menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Jika hal tersebut dilaksanakan dengan baik, Program Kelurahan Cantik yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) itu bakal sukses. Terutama dalam  pemanfaatan dan penggunaan data,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini mengatakan, Program Kelurahan Cantik ini untuk mengoptimalisasikan penggunaan dan pemanfaatan data statistik. Harapannya, agar program pembangunan di desa/kelurahan lebih tepat sasaran.

“Melalui program Desa/Kelurahan Cantik ini, sumber daya manusia di kelurahan akan dilatih mengolah data monografi kelurahan dan menyajikannya menjadi informasi serta infografis yang mudah dipahami oleh masyarakat,” terangnya.

Kelurahan Sukoharjo, kata dia, terpilih menjadi salah satu dari 70 desa/kelurahan se-Jawa Timur atau 100 desa/kelurahan se-Indonesia dalam rintisan program Desa/Kelurahan Cantik oleh BPS Kota Malang.

Dengan terpilihnya Kelurahan Sukoharjo sebagai perintis Desa/Kelurahan Cantik, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kelurahan lain agar lebih melek terhadap statistik dan manfaat pembangunan berdasarkan data.

“Tujuan dari program Desa/Kelurahan Cantik sendiri salah satunya adalah meningkatkan kompetensi, literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik,” jelas Erny.

Untuk meraih outcome, sambungnya, perencanaan pembangunan desa/kelurahan tepat sasaran dan terbentuknya komunitas statistik pada level desa/kelurahan. Selain itu, bertujuan untuk standardisasi pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan perbandingan.

Kriteria Desa/Kelurahan Cantik, lanjut Erny, antara lain adanya SDM yang mengelola data di level kelurahan, ketersediaan sinyal telpon yang kuat/sangat kuat dan sinyal internet 4G/3G di sebagian besar wilayah desa/kelurahan.

Kelurahan Sukoharjo dipilih menjadi salah satu perintis Program Desa/Kelurahan Cantik karena memiliki SDM yang peduli terhadap data, rutin melakukan pemutakhiran website serta memperhatikan data profil desa dan kelurahan (prodeskel) selama dua tahun terakhir.

“Kelurahan Sukoharjo sebagai perintis desa/kelurahan cantik dan diharapkan ke depan, semua kelurahan di Kota Malang dapat melakukan hal yang sama, tentunya dengan pendampingan dari BPS Kota Malang,” katanya.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, lanjut dia, dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari Pemerintah Kota Malang. Khususnya dalam hal sosialisasi mengenai pentingnya data yang dimulai dari level kelurahan.

Dijelaskan Erby, bahwa kegiatan yang dilakukan dalam Program Desa/Kelurahan Cantik itu meliputi pembinaan dan sosialisasi pusat pembelajaran statistik (PULSA). Selain itu pendampingan oleh tim Desa/Kelurahan Cantik dalam menginvetarisir ketersediaan data pada Kelurahan Sukoharjo, serta pembuatan publikasi atau infografis terkait profil Kelurahan Sukoharjo yang saat ini sedang dalam proses pendampingan oleh BPS Kota Malang.

Plt  Lurah Sukoharjo Januar Agung Rizaldhi, SE mengungkapkan, adanya Program Desa/Kelurahan Cantik ini, menjadi motivasi untuk terus belajar. Bahkan ⁴berusaha meningkatkan keterampilan serta kualitas SDM dalam mengelola data dan menyajikan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat.

Melalui program ini, ia berharap peningkatan kualitas SDM kelurahan bisa meningkat dan merata. Sehingga tidak hanya dikuasai sebagian orang saja.

Menurut Januar, kemampuan setiap petugas dalam memahami informasi pun dapat meningkat. Sebab, pada dasarnya setiap aparatur sipil negara (ASN) adalah agen informasi serta sebagai institusi pemerintah berupaya menyajikan informasi yang valid dan lengkap.

“Kami juga telah berdiskusi dan bekerja sama dengan BPS Kota Malang sebagai tindak lanjut program ini. Kami juga sudah melaksanakan pelatihan atau istilahnya ‘Sinau Bareng’ tentang statistik,” kata Januar.@aji 

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun