LENSAINDONESIA.COM: BMKG Klas I Juanda kembali mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk kembali waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi beberapa hari belakangan ini. Apalagi, kini tengah menghadapi musim pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Menurut Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda, Teguh Tri Susanto, cuaca di masa pancaroba memang tak menentu. Bahkan, bisa berubah secara mendadak. Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk selalu waspada.

“Masa pancaroba biasanya kondisi cuaca akan berubah-ubah secara tiba-tiba, bisa panas terus kemudian tiba-tiba hujan deras,” ujar dia.

Pancaroba juga berpotensi terjadi cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau waspada dan menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit. “Banyak potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras, puting beliung dan lain-lain. Jadi perlu diwaspadai perubahan cuaca tersebut,” jelas dia.

Yang paling, kata dia, adalah tetap menjaga imunitas tubuh. “Terkait kesehatan, tetap jaga kondisi tubuh dengan asupan gizi untuk menjaga imun,” paparnya.

Awal musim hujan di Jawa Timur diprakirakan terjadi pada Oktober 2021. Namun, ada pula sejumlah daerah yang awal musim hujannya baru pada November 2021. Sedangkan puncak musim hujan diprakirakan berlangsung pada Januari 2022.@rd