LENSAINDONESIA.COM: Cryptocurrency semakin populer dalam satu tahun ini. Namun, banyak aplikasi yang memanfaatkan popularitasnya. Dan, sedikitnya ada 8 aplikasi Crypto yang dinyatakan berbahaya bagi penggunannya.

Google berhasil menemukan delapan aplikasi kripto berbahaya di Play Store, bahkan langsung di-banned. Berikut delapan aplikasi berbahaya, seperti yang dikutip Business Insider:

  1. BitFunds – Crypto Cloud Mining
    2. Bitcoin Miner – Cloud Mining
    3. Bitcoin (BTC) – Pool Mining Cloud Wallet
    4. Crypto Holic – Bitcoin Cloud Mining
    5. Daily Bitcoin Rewards – Cloud Based Mining System
    6. Bitcoin 2021
    7. MineBit Pro – Crypto Cloud Mining & btc miner
    8. Ethereum (ETH) – Pool Mining Cloud

Di dalam aplikasi itu, skema yang digunakan untuk memikat penggunanya adalah “’cepat kaya”. Tujuannya, agar pengguna segera menginvestasikan uangnya.

Namun, dalam laporan Trend Micro, aplikasi tersebut tidak gratis. Pengguna harus membayar sejumlah uang untuk meningkatkan kemampuan yang dibanderol US$14,99 hingga US$189,99 (Rp 214 ribu – Rp 2,7 juta).

“Meski aplikasi tidak terkait dengan operasi penambangan cloud atau punya fitur penambangan kripto, beberapa aplikasi meinta pengguna membayar peningkatan kripto lewat sistem penagihan dalam aplikasi dengan harga US$14,99 hingga US$189,99,” ungkap Trend Micro.

Analisis dari Trend Micro mengungkapkan, delapan aplikasi yang dilarang Google itu akan memaksa pengguna menonton iklan dan memiliki biaya bulanan rata-rata US$115 (Rp 1,6 juta).

Selain itu, aplikasi tersebut juga meminta pengguna bisa membayar peningkatan kemampuan penambangan dengan membeli ‘mesin’ kripto favorit di cloud.

“Aplikasi bernama Daily Bitcoin Rewards – Cloud Based Mining Systems meminta pengguna upgrade kapasitas penambangan dengan ‘membeli’ mesin favoritnya untuk mendapatkan lebih banyak koin dengan koin lebih banyak,” jelas laporan tersebut.

Tidak hanya 8 aplikasi, Trend Micro ternyata juga menemukan 120 aplikasi penambangan cryptocurrency palsu. Dan aplikasi itu sudah menginveksi sedikitnya 4.500 pengguna tahun lalu.

Business Insider memaparkan, jika ada yang memiliki salah satu aplikasi di ponsel, sebaiknya langsung dihapus. Untuk melakukannya masuk ke Settings > Apps, berikutnya klik nama aplikasi dan pilih Uninstall.@rd